Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

KEJUJURAN SUMBER KEBERKAHAN DAN KETENANGAN HIDUP



1.      Semua permasalah bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi

Hari telah pagi mentari bersinar begitu terang, Pagi ini Aku berangkat kesekolah dengan raut wajah yang ceria, dengan penuh semangat pengabdian. Aku berangkat dengan mengendarai sepeda motor bebek  kesukaanku, lalu pamit dengan istri tercinta Kartiwi Siswanti di samping istriku berdiri dua orang anakku yang masih balita M Tiaz Adzikri dan Chesia Azzahra. Hati-hati ya Bi jaga kesehatan dan jangan lupa shalat dan sodakoh pada hari ini  pesan singkat Istriku dengan senyuman manisnya. Pada satu saat aku pernah bertanya mengapa Dia selalu mengingatkan shalat dan sodakoh hampir setiap hari, tak kala aku akan berangkat bekerja, lalu istriku menjawab: “itulah yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri solehah kepada suami”. Aku akan menjadi istri yang baik buat suamiku dan menjadi ibu yang baik buat anak-anakku. Mendengar kata-kata tersebut dalam hati aku berdoa pada Tuhanku  “Terima kasih ya Allah engkau telah menurunkan bidadarimu dari surga menemaniku di dunia tuk mencapai ridhomu.”
 Sampai digerbang sekolah Para siswa sedang menuju kelas karena pada saat bersamaan lonceng tanda masuk sudah berbunyi. Pak Satpam mengunci gerbang rapat-rapat tanda pelajaran segera dimulai. Assalamu alaikum pak Tanya seorang anak berseragam putih abu-abu sambil mencium tanganku yang masih gemetar kedinginan karena baru saja mengendarai sepeda motorku dengan ban belakang yang hampir botak persis seperti kepala seorang professor, jarak dari rumahku sampai ke sekolah sekitar sepuluh kilo meter. Setelah sampai aku menyapa semua guru yang sedang  bergegas masuk kekelas untuk mulai mengajar. Pak Iwan guru Piket pada hari itu datang menghampiri, Apa kabar Pak anak-anak sudah masuk kelas dan semua guru sudah siap mengajar didalam kelas. Dengan suara lembut Aku mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya pak Iwan selama ini sehingga semua kelas dapat tertib. Lalu Aku masuk ke ruang kepala sekolah dan duduk diatas kursi hitam yang empuk untuk mulai mengerjakan tugas dinas sehari-hari sebagai Kepala Sekolah SMA PLUS DAARUL FUDLOLA Sekolah  Islam yang menyelenggarakan Pesantren dan Fullday School. Sekolah ini berada di bawah Yayasan Daarul Fudlola Pimpinan Habib Syekh bin Ali Al-Jufri.
Baru beberapa menit Aku duduk tiba-tiba pintu kantorku  ada yang mengetuk. Silahkan masuk sahutku, lalu seorang guru masuk dan mengucapkan salam Assalmualaikum pak apa kabar sapa guru tersebut dengan suara lembut lalu aku menjawab waalaikum salam baik sehat walapiat silahkan duduk pak Fahri. Pak Fahri adalah Koordinator Kesiswaan sebagai wakil bidang kesiswaan disekolah itu. Lalu Pak Fahri melaporkan keadaan siswa dan program-progran yang akan dilaksanakan pada semester ini. Setelah itu pak Fahri pamit untuk pergi menuju ruang kerjanya. Belum sempat duduk tiba-tiba datang bu Eko Koordinator Kurikulum melaporkan keadaan guru dan proses KBM. Setelah selesai menerima laporan dari para Rekan Kerja Aku mengecek tugas-tugas pada hari itu dan membuat program yang akan dilaksanakan. Itulah tugas sehari-hari ku sebagai Kepala Sekolah.
Lonceng telah berbunyi tanda istirahat telah tiba. Para siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin sekolah dan ada juga sebagian siswa yang pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Dhuha. Suasana Islami sangat kental mewarnai kehidupan disekolah kami. Siswanya santun dan berbudi pekerti luhur walaupun ada satu dua anak yang over acting karena ingin mencari perhatian dari orang-orang sekelilingnya. Contohnya Arif anak seorang pegawai Departemen Agama yang selalu dipanggil Koordinator Kesiswaan dan guru BP karena acap kali melanggar peraturan. Untunglah sedikit demi sedikit akhlaknya mulai berubah berkat kerjasama dengan orang tuanya dirumah. Itu hanya sedikit dari  permasalahan yang ada dan masih banyak lagi masalah yang lain yang harus diselesaikan bahkan ada anak yang harus dikeluarkan karena sudah beberapa kali melanggar peraturan dan tidak bisa ditolerir.
Setelah tugas-tugas selesai Aku bersandar dibangku tugasku sambil membayangkan masa-masa laluku yang penuh dengan liku-liku kehidupan dan berbagai macam cobaan telah aku lalui, dalam hati Aku bergumam : “Hari ini aku merasa lega sekali karena aku telah melewati masa-masa kritis dalam kehidupanku ini, masalah ekonomi yang selama ini menghimpit sedikit-demi sedikit mulai terselesaikan dengan bertambahnya penghasilanku. Kalau aku bayangkan betapa sulitnya aku pada masa-masa sebelumnya, tinggal di mertua indah satu tahun, lalu tinggal dikontarakan kecil satu tahun, tapi Allah Maha besar berkat kerjasama yang baik dengan istriku tercinta aku dapat membangun gubuk kecil ditanah warisan bapakku.
Aku teringat ketika masih numpang di rumah mertua, pada sat itu anak pertamaku baru lahir dan penghasilanku sebagai guru honorer hanya enam puluh ribu rupiah perbulan, uang sebesar itu tidak cukup kemana-mana, jangankan untuk membeli susu untuk makan sehari-hari saja kurang. Pada saat itu aku juga sedang menyelesaikan Tesis S2 ku yang membutuhkan biaya besar untuk penelitian, aku baru saja menjual salah satu wartelku untuk biaya SPP ku yang nunggak selama 2 semester.Untung pada saat itu aku masih punya satu usaha Wartel lagi tapi penghasilanya sangat kecil sekali pernah satu hari hanya dapat enam ribu rupiah itupun aku yang menunggu sendiri karena tak mampu membayar karyawan. Aku hanya pasrah dan terus berusaha karena aku malu makan masih menumpang dimertua kadang-kadang susu anakku pun dibelikanya.Untuk mengirit pengeluaran aku memutuskan tinggal dirumah orang tua dan pulang seminggu sekali. Walaupun harus menahan rasa kangen pada anak dan istri semua itu kujalani demi masa depan keluarga kami. Setelah seminggu pulang kerumah uang yang aku dapat pun tak cukup untuk biaya keluargaku hampir setiap pulang kerumah aku selalu ribut dengan istriku. Pada saat itu istriku terlalu mendengarkan orang lain dibandingkan dengan ucapanku. Setelah lelah menunggu wartel dengan penghasilan yang serba pas-pasan aku mulai membanting stir berganti profesi menjadi pegawai honorer kelurahan di Pemda DKI pada saat itu aku diajak oleh Padenya istriku pak haji Maryana, pada siang itu aku di kenalkan dengan pak lurah kelurahan Gambir Jakarta Pusat, pak lurah bercerita keluarga cendana membuat KTPnya di kantor kelurahan ini. Pada saat itu aku hanya diam duduk terpaku tanda bingung entah apa yang harus aku kerjakan, pak lurah juga bilang kalau status kepegawaianku pada saat itu sebagai LINMAS. Lalu pak lurah mengajakku melihat-lihat pegawai kelurahan yang sedang sibuk bekerja dan menunjukan satu meja yang diatasnya terdapat satu unit Komputer lalu beliau menunjuk ke meja itu, lalu berkata, tugas kamu besok di sini membantu administrasi kependudukan. Tapi kalau pagi hari karena status kepegawaiannya LINMAS kamu harus ikut Patroli menjaga jalan yang akan di lalui Gubernur DKI yang pada waktu itu masih di jabat oleh Pak Wiyogo. Setelah itu pak lurah memanggil seorang pegawai untuk menunjukan tempat di mana aku dapat menginap jika tidak bisa pulang setiap hari karena jarak kantor dengan rumahku cukup jauh. Begitu aku melihat tempat yang di tunjukan, terlihat jelas di depan mataku  tempat itu sangat kotor dan di penuhi oleh gantungan pakaian hansip yang sudah pada lusuh. Pada saat itu aku berpikir waduh kalau aku terima pekerjaan ini mulai besok aku akan tinggal di sini, dan Susana kerjaku dengan pekerjaan ku sebagai guru sangat jauh berbeda tapi aku bertekat akan terus bekerja demi masa depan istri dan anak-anakku walaupun hanya di gaji 350.000 perbulan. Hari telah menjelang sore aku pamit dengan pak lurah untuk pulang dulu ke rumah menyiapkan pakaian yang akan aku kenakan besok dan menginap selama seminggu. Sesampainya di rumah aku menceritakan kondisi pekerjaanku dan gaji yang akan aku terima setiap bulan.  Mendengar berapa gaji yang akan aku terima akhirnya Mertuaku melarang aku kembali bekerja di tempat itu. Pada saat itu aku merasa malu dengan Pak Haji Maryana yang telah susah payah mengenalkan aku ke pak lurah dan memohon pekerjaan untukku, setelah di terima ternyata aku menyia-nyiakan perjuangannya. Besoknya aku menemui pak haji Maryana kemudian aku menceritakan duduk persoalanya dan aku mohon maaf karena tidak bisa melanjutkan pekerjanku dan aku meminta tolong kepada pak Haji untuk menyampaikan nya kepada pak lurah bahwa aku tidak jadi bekerja di kantornya. Setelah empat bulan berjalan pak haji maryana menyampaikan bahwa gaji menjadi linmas di DKI di naikan menjadi Sembilan ratus ribu dan setahun kemudian semua Linmas angakatan ku pada saat itu diangkat menjadi PNS. Ya memang rijkiku tidak di situ walaupun kadang-kadang Pak haji Maryana menyesali mengapa aku tidak melanjutkan kerja pada saat itu yang sudah ada di depan mata.
 Aku terus tabah dan sabar sambil terus berjuang aku berharap masa depan keluarga kami kelak akan lebih baik. Pada saat tinggal dirumah mertua kehidupan rumah tanggaku berada dibawah bayang-bayang mertuaku, semua keputusan mereka yang mengatur. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan aku mencoba Hijrah pindah kerumah kontrakan milik orang tuaku, kebetulan salah satu rumah petakan ada yang kosong.
 Alhamdulillah setelah tinggal dikontrakan sedikit demi sedikit ekonomi keluarga kami yang sakit mulai pulih. Aku mendapat penggilan mengajar di Perguruan Tinggi sebagai Dosen Luar biasa setelah beberapa semester aku berhenti mengajar karena mata pelajaran yang aku ajarkan diisi oleh dosen lain yang lebih senior. Aktifitasku sebagai guru mulai penuh dan Wartel tempat usahaku sudah mampu untuk menggaji seorang karyawan. Pada tahun itu pula aku dinyatakan Lulus Sebagai Master dalam Bidang Pendidikan Di Universitas Negeri Jakarta. Betapa bangganya aku, seorang anak kampung yang keluarganya hidup pas-pasan bisa meraih master bidang pendidikan. Pada pertengahan bulan juni tahun 2005 seorang teman baik datang kerumah kontrakanku Pak Budi Setiawan dan menawarkan pekerjaan menjadi seorang guru ditempatnya mengajar, kebetulan Koordinator Kurikulum disana kosong karena salah seorang guru yang menjabat pada saat itu mendapat panggilan tugas ditempat lain. Aku memasukan lamaran pada saat itu kepala sekolah dijabat oleh Pak Isrofin dan aku diterima mengajar disana sekaligus menjabat sebagai Koordinator Kurikulum. Pada awalnya Aku merasa tidak enak dengan kawan-kawan sesama guru yang lebih senior, karena aku pada saat itu kan orang baru tapi sudah diberi jabatan padahal masih banyak guru lain yang lebih senior dan lebih mampu. Tapi aku berpikir mungkin ini adalah amanah  Allah yang harus kupikul dan harus ku pertanggung jawabkan kelak diakhirat nanti.
Setelah keadan kami sedikit membaik, aku berniat membuat rumah sendiri. Dari hasil tabungan ku dengan istri dan pinjaman dari Bank BRI aku belikan pasir dan batu serta barang material lainya untuk membuat pondasi rumah, selama setahun aku cicil akhirnya gubuk kecilku selesai walaupun belum rapih tapi aku sudah bisa menempatinya.
Pada pertengahan agustus tahun 2007 tiba-tiba turun SK kepala sekolah SMA Pada bulan Agustus tahun 2007, aku tidak percaya pada semua itu aku bingung apakah itu anugerah ataukah bencana. Pada awalnya aku menolak dan merasa tak sanggup menanggung amanah yang begitu besar, berkat dukungan dari teman–teman se-profesi dan pimpinan pada saat itu aku menerima dengan rasa berat hati dan ucapan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun.dan sat ini aku telah menjalani tugas sebagai kepala sekolah sudah hampir satu tahun. Aku merasa belum banyak berbuat apa-apa fokusku pada tahun ini ada peningkatan kesejahteraan guru dan meningkatnya kwalitas anak didik.
Aku pikir setelah itu masalah ku terus berkurang ternyata berbagai permasalahan tidak hanya sampai disitu banyak masalah-masalah lain yang harus aku hadapi sebagai seorang pimpinan tertinggi disekolah. Kadang-kadang kebijakan yang telah diambil mendatangkan kebencian dari teman-teman satu profesi.mereka merasa disingkirkan tidak dihormatai dan sebagainya. Padahal keputusan tersebut sudah berdasarkan hasil musyawarah dan diambil kata mufakat dalam Rapat Kerja. Pada awal Aku memimpin bersama Kepala SMP Ust. Manshur aku berniat meresafel staf yang membantu kepala sekolah untuk mengefektifkan KBM, dan alasan yang lain adalah agar setiap guru dapat secara bergantian menjabat dan mendapat pengalaman yang sama dengan guru yang pernah menjabat. Seandainya nanti sudah berakhir masa jabatanku aku juga siap digantikan oleh guru yang lain dan aku kembali menjadi guru biasa. Diantaranya yang terkena perubahan adalah Koordinator Kesiswaan, setelah di musyawarahkan maka diputuskan Koordinator kesiswaan diganti karena masa kerjanya telah selesai dan telah menjabat tiga kali. Pada awalnya para pejabat yang diganti merasa kurang berkenan tapi setelah dimusyawarahkan kembali mereka dapat menerima. Setelah peristiwa itu ada kejadian lain yang lebih menguras pikiran kami sebagai pimpinan baru, Koordinator Kurikulum di teror dengan kata-kata yang sangat kotor oleh seorang oknum guru. Oknum guru tersebut merasa dirugikan dengan keputusan kurikulum yang tidak menyelenggarakan KBM hari sabtu. Padahal keputusan itu merupakan kebijakan pimpinan dan sudah disetujui dalam Rapat Kerja. Lalu pihak sekolah memanggil oknum guru tersebut tapi tak pernah datang dan langsung mengundurkan diri. Kami berharap silaturahmi antar guru dapat terjalin kembali walaupun ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, dalam setiap perubahan tentunya pasti ada beberapa hal yang harus kita korbankan baik materi maupun non materi. Berat rasanya jadi seorang pimpinan satu sisi kita harus bisa bekerja secara professional tapi disisi lain banyak berbagai macam kepentingan yang harus terbentur dengan adanya kebijakan, padahal kebijakan tersebut diambil demi kemajuan bersama.
Sekarang ini suasana sekolah sudah semakin kondusif dan terkendali guru-guru sudah merasakan ada perubahan terutama kesejahteraan mereka sedikit demi sedikit meningkat dan belajar anak-anak sekarang sampai jam tiga sore karena pada tahun ini sekolah kami menggunakan sistem pengajaran Fullday school. Aku berharap dengan biaya yang terjangkau anak didik kami mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Kebetulan Pengurus Yayasan begitu antusias menyambut berbagai perubahan yang terjadi dan memberikan kebijakan yang memihak pada guru. Alhamdulillah Ya Allah semoga keberkahan selalu kau berikan pada hamba-hambamu yang bersabar sambil meneteskan air mata tanda rasa syukur.
Pada tahun ini SMA kami mendapatkan bantuan Beasiswa Daerah dari kabupaten sebanyak enam siswa dengan jumlah bantuan dibawah tiga juta rupiah. Setiap kepala sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur keuangan tersebut guna dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk siswa yang tidak mampu. Lalu Aku memanggil Pak Encep Bendahara Sekolah untuk mengatur penyaluran dana tersebut sesuai dengan kuota siswa yang tidak mampu. Baru beberapa menit pak Encep keluar dari ruangan Kepala Sekolah tiba-tiba telpon berdering Kring… Hallo Assalamualaikum Aku mengangkat gagang telpon ternyata dalam telpon tersebut mengabarkan bahwa nenek dari istriku yang bernama Mak Mina sakit parah dan sebagai menantu Aku diminta tolong untuk mengantarkan Mak Mina ke rumah sakit. Lalu Aku bergegas pulang kerumah menjemput istri ku untuk mengantar nenek ke Poliklinik umum tempat mak Mina sebelumnya berobat. Dengan meminjam mobil material Bapa Haji Maryatna salah seorang anak Mak Mina aku mengantar berobat ke Poliklinik Dokter Imam. Pada saat Poliklinik Dokter Imam Mak Mina hanya diberikan obat lalu dipersilahkan pulang dan tidak diberikan rujukan untuk dirawat dirumah sakit menurut dokter belum perlu perawatan cukup berobat jalan saja. Lalu Aku beserta Istri mengantarkan mak Mak Mina pulang kerumah mertuaku. Setelah minum obat bukanya sembuh tapi penyakitnya makin parah Mak Mina muntah-muntah tak pernah berhenti sampai tengah malam. Akhirnya keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit pada malam itu, lalu aku menghubungi seluruh anak Mak Mina tapi sayang semua anaknya tidak dapat dihubungi karena sudah tengah malam. Akhirnya Aku ditemani Istriku menjemput salah seorang anak Mak Mina yang paling mampu dari segi financial H Maryana seorang pengusaha kayu yang yang cukup sukses. Tapi sayang telpon tak aktif dan rumahnya terlalu rapat terkunci. Melihat keadaan Mak Mina yang makin parah dengan berbekal uang 350.000 rupiah Aku bergegas mencari Angkot dan membawa Mak Mina ke rumah sakit Umum Cibinong. Sampai dirumah sakit Mak Mina langsung masuk ruang Unit Gawat Darurat dan dengan uang seadanya Aku mendaftarkan pasien keruang pendaftaran. Uang sekecil itu hanya cukup untuk pendaftaran dan tak cukup untuk membeli obat. Pada saat itu Aku bingung mencari uang dimana lagi untuk menebus obat sedangkan Mak Mina perlu obat untuk penyembuhan. Akhirnya dengan ditemani Istriku yang setia Aku berusaha kembali menghubungi bapa Haji Maryana yang tadi malam sulit dihubungi. Padahal pada saat itu sempat terlintas didalam pikiran ku untuk menggunakan uang beasiswa anak-anak tapi syukur Alhamdulillah niat tersebut tidak terlaksana karena uang itu adalah uang amanah yang harus disampaikan pada yang berhak menerimanya. Akhirnya berkat pertolongan salah seorang anak Bapa Haji Maryatna, beliau dapat dihubungi dan diberikan kabar tentang keadaan Mak Mina. Berkat doa dan kesabaran aku dan Istriku dan niat yang ikhlas akhirnya seluruh biaya rumah sakit dapat dibayar dan Mak Mina nyawanya dapat diselamatkan. Dua tahun kemudian pada tanggal 2 april tahun 2010 Mak Mina di panggil sang pencipta setelah kedua kalinya di rawat di rumah sakit semoga amal ibadahnya di terima di sisinya dan di rahmat sepanjang-panjangnya dalam kubur sampai hari kiamat kelak amin.
Baru selesai permasalahan rumah sakit datang tagihan dari Bank BRI yang sudah menunggak dua bulan, Aku pada saat itu sudah tidak ada cadangan uang untuk membayar Bank. Padahal dua kali mengangsur lagi sudah lunas. Tidak ada jalan lain selain berusaha juga berdoa karena jika kita menemui kesulitan apapun jalan yang terbaik adalah sabar dan shalat untuk meminta pertolongan Allah. Lalu Aku pergi berwudhu dan melaksanakan shalat dhuha. Siapa yang mau meminta kepada ku pasti akan ku kabulkan doamu. Demikianlah inti dari firman Allah. Beberapa saat setelah selesai shalat dhuha tiba-tiba datang salah seorang Sales Marketing menawarkan kredit HSBC pada sat itu aku mengambil kredit sebanyak empat juta rupiah setelah beberapa hari proses kredit itu pun cair dan aku bergegas melunasi semua hutang di bank BRI. Satu masalah selesai tapi aku pada saat itu memiliki angsuran baru tapi tidak sebesar di Bank sebelumnya hanya berkisar 400.00 rupiah perbulan. Baru satu kali membayar cicilan datang tawaran Kredit dari bank Mandiri sebesar 10.000.000 khusus untuk guru dengan biaya yang ringan. Dalam hati aku bersyukur mungkin ini adalah jawaban dari doa-doaku selama ini. Tanpa berpikir panjang Aku mendaftarkan diri sebagai calon nasabah bersama tiga belas guru yang lain akhirnya setelah pinjaman disetujui dan cair Aku membayar semua hutangnya di HSBC dan hutang di HSBC akhirnya lunas, sekarang Aku hanya punya angsuran Bank hanya dibawah 400.000 perbulan dengan masa angsuran selama tiga tahun, dengan demikian tanggungan bulanan ku sedikit lebih ringan. Dari kejadian tersebut aku dapat mengambil suatu hikmah jika kita berusaha atau bekerja kita harus bisa melihat berapa pendapatan kita dan berapa biaya yang harus kita keluarkan semuanya harus seimbang dan jika kita mau berusaha lagi sebaiknya gunakan modal yang tidak beresiko misalnya modal pinjaman yang tak berbunga atau pinjaman dengan jangka pengembalian yang lebih lama, uang tersebut bisa diputar untuk modal usaha. Pada saat memulai usaha jangan meminjam dari bank tapi untuk pengembanganya baru kita bisa berhubungan dengan bank untuk penambahan modal.
Pada bulan-bulan selanjutnya aku bersama istri mencoba merintis usaha Sembako. Pada mulanya hanya sekedar iseng menawarkan minyak kemasan Bimoli, kebetulan kakak Ipar Istri bekerja diperusahan Distributor sembako. Jadi aku mendapat kemudahan membeli barang disana tanpa harus bermodal besar. Dengan modal 500 ribu rupiah aku membeli 4 dus minyak goreng Bimoli ukuran 2 literan. Lalu aku menawarkan kepada tetanggaku yang biasa mengkreditkan sembako, dan harga yang aku tawarkan ternyata masuk dan tiga dus tersebut semuanya diborong habis dan bahkan beliau minta dikirim lebih banyak dan rutin setiap minggu.  Membaca peluang yang begitu bagus lalu aku menawarkan pada yang lain ternyata sambutan mereka sangat baik. Alhamdulillah dalam beberapa hari saja aku telah menjual puluhan dus minyak Bimoli ukuran 2 literan. Membaca peluang pasar yang begitu bagus aku berniat membuka agen sembako di tempatku kebetulan ada satu kios berukuran 8 kali 4 milik ibuku lalu aku memanfaatkanya. Pada saat aku order barang di gudang Indomarco aku melihat tumpukan minuman kemasan berada disana diantara tumpukan mie instant dan minyak. Lalu aku mencoba mengorder beberapa puluh dus untuk ditawarkan pada pelangganku yang sudah ada. Ternyata tanggapan mereka terhadap minuman yang kami kirim positif dan dari hari kehari pesanan menerak semakin banyak. Dan dari situlah awal usaha minuman kemasan kami mulai.karena permintaan pasar terhadap minuman kemasan sangat tinggi akhirnya saya bersama istri mencari distributor lain yang lebih murah dan alhamdulillah usaha kami terus berkembang. Setelah pesanan tak sanggup lagi diantar dengan motor kami kredit kendaraan pick up dengan modal tambahan dari bank mandiri dari pinjaman 10 juta menjadi 25 juta dan uang yang kami terima sebesar 15 juta dari jumlah 15 juta yang kami terima 8 juta kami gunakan untuk uang muka pick up 3 juta untuk membayar hutang dan 4 juta untuk tambahan modal angsuran kami bertambah menjadi 1.050.000 perbulan ditambah dengan angsuran pick up 1300000 dan karyawan 750000 jadi jumlah biaya operasional menjadi membengkak sebesar 3100000 sedangkan laba usaha yang kami dapatkan hanya 3000000 perbulan belum dipotong biaya operasional yang lain. Sejak kami mengambil keputusan untuk kredit pick up volume usaha kami mulai menurun karena modal semakin berkurang bukan bertambah karena harus devisit setiap bulan. Akhirnya saya berniat mengoper alih mobil kami agar biaya usaha lebih ringan dan perputaran uang kami lancar kembali. Karena pada saat itu modal kami sudah habis bahkan kami masih berhutang ke distributor sebesar  delapan juta rupiah akhirnya saya menjual tanah warisan dari orang tua seluas 72 m. uang yang kami terima sebesar 17 juta rupiah dan 2 juta kami infakan sisa uang tersebut saya bayarkan hutang sebesar 7 juta rupiah yang 2 juta kami belikan Vesva karena motor yang biasa saya pakai digunakan untuk mengantar barang. Dan sisa uang kami sebesar 6 juta rupiah saya gunakan untuk modal Dengan tambahan modal enam juta rupaian ditambah dengan sisa barang 4 juta rupiah kami dapat menjalankan kembali roda usaha minuman kami dengan merintis usaha dari ritel motor . hitung-hitungan matematika kami dengan laba sebesar 3 juta tanpa kredit mobil dan karyawan maka biaya usaha dapat ditekan jadi angsuran bank sebesar 1050000 rupiah dan sisa laba usaha kami untuk meritel sisa waktu dari sekolah dibantu dengan istri sebesar 1800000. untuk usaha pemula seperti kami uang sebesar iru cukup lumayan untuk menutupi biaya hidup dan penambahan modal usaha. Untuk makan sehari-hari biaya operasional dapat ditutupi dari gaji saya mengajar di sekolah. Dalam tempo dua bulan modal kami yang sebelumnya berjumlah 10 juta bertambah menjadi 13.300.000 rupiah.
Baru beberapa bulan usaha kami berjalan timbul permasalahan baru karena terlalu lelah akhirnya saya jatuh sakit selama lima belas hari, akhirnya saya meminta pada adik lelaki saya untuk membantu menghendel usaha kami. Usaha kami tetap berjalan walaupun harus di menej dari tempat tidur. Tidak beberapa lama setelah saya sakit istri dan anak-anak saya ikut sakit, karena dirumah tidak ada yang mengurus akhirnya saya dirawat di rumah ibu saya dan istri serta anak-anak di rawat di rumah mertua. Merasa prihatin dengan keadan kami akhirnya ibu mertua kami mencoba meminta penjelasan kepada istri mengapa kami jatuh sakit akhirnya kartiwi istri saya menjelaskan tentang jatuhnya usaha kami karena salah perhitungan merasa tidak pernah diajak kompromi akhirnya mertua marah besar dan menyalahkan saya. Akhirnya mereka menahan istri saya dan tidak boleh pulang ke rumah sampai saya menjelaskan keadaan yang sebenarnya akhirnya terjadi kesepakatan istri saya tidak boleh ikut mengelola usaha dan tinggal dekat dengan mertua kebetulan mereka punya beberapa rumah yang di kontrakan, demi menjaga keutuhan rumah tangga kami saya berusaha bersabar dan kami menyekolahkan anak kami disana pada bulan itu pengeluaran kami sangat banyak hampir enam juta rupiah lebih termasuk biaya berobat dan sekolah anak, akhirnya modal usaha kami tinggal tersisa 8.500.000 rupiah. Pada saat itu saya mencoba meningkatkan penjulan kami dengan usaha lebih giat lagi
Pada saat-saat terpuruk kami selalu berdoa semoga Allah memberikan rijki yang halal dan usaha kami terus berlanjut karena usaha itu satu-satunya jalan untuk menambah penghasilan kami sebagai seorang guru swasta. Pada tanggal 12 mei tahun 2009 saya beserta lima guru yang lain mendapatkan panggilan untuk sertifikasi guru dan alhamdulillah kami semua lulus dan setelah sertifikat dikeluarkan kami berhak mendapat tunjangan Profesi sebesar gaji pokok PNS yang akan di bayarkan setiap bulanya. Walaupun kami harus menunggu rapelan gaji tersebut.
Pada bulan agustus 2009 SK saya sebagai kepala sekolah telah berakhir. Sebelum SK berakhir ada seorang teman satu profesi sebagai guru yang berambisi menjadi kepala sekolah SMA dengan berbagai macam cara dia berupaya memprofokasi siswa dan Yayasan agar memberikan kesan yang kurang baik terhadap kepemimpinan saya selama ini. Puncaknya pada tanggal 29 Juni 2009 dia mendatangi Wakil ketua Yayasan dan mengusulkan agar dua lembaga SMP dan SMA dipegang oleh satu kepala sekolah dengan tujuan untuk efisiensi pengeluaran dan untuk SMA dia siap menghendel segala kegiatan yang berkaitan dengan SMA walaupun tidak berstatus sebagai kepala sekolah. Karena tidak bisa memutuskan Akhirnya Pihak Yayasan memanggil Kepala SMP untuk memberikan keterangan dan pendapatnya. Akhirnya kepala SMP menjelaskan tentang keadan yang sebenarnya. Dan ternyata orang itu hanya membuat berita yang tidak benar tentang saya. Padahal pada tahun itu lulusan SMA kami sepanjang sejarah sekolah berdiri baru pada tahun itu siswa kami yeng terbanyak di terima di Universitas Negeri dari 20 siswa yang lulus delapan orang di terima di Universitas Negeri favorit, sebelum saya memipin belum ada internet dan Web site, dan setelah saya memimpin siswa dapat mengakses segala macam informasi dtermasuk didalamnya nilai siswa dapat dilihat melalui Internet. Sebelum saya memimpin belum ada jurusan IPA tapi setelah saya memipin kami bersama bantuan para guru membuat Jurusan IPA.
Pada malam senin tanggal 25 Oktober 2009 ketika masih berada di tempat Diklat PLPG Caringin Bogor saya bermimpi saya didatangi oleh seorang guru yang pertama kali mengajak saya mengajar di sekolah ini, pak budi setiawan. Dalam mimpi itu beliau berkata Pak Azhar jangan datang ke rapat pada hari selasa karena Pak Azhar akan di berhentikan dari jabatan sebagai kepala sekolah. Setelah itu saya terbangun dari tidur dan saya mengenggap semua itu hanya mimpi dan tidak ada kaitanya dengan kehidupapan dan masa depan, saya menyerahkan semua hidup dan matiku hanya pada Allah. Lalu saya mengabaikan mimpi tersebut dan tidak memikirkanya. Keesokan harinya setelah pulang ke rumah tiba-tiba saya di telepon oleh kepala SMP Ust. Mansur besok hari selasa  saya bersama semua guru diundang oleh yayasan untuk mengikuti rapat. Ust mansur berkata mungkin akan ada perubahan struktur pengurus. Keesokan harinya saya datang kesekolah dan menghadiri rapat bersama para guru dan pengurus Yayasan. Sebelum rapat di mulai Habib Abdurrahman, mudir (Pimpinan tertinggi di pesantren dan sekolah)  pada saat itu beliau menyapa dan berkata pak azhar sudah tahu tentang agenda rapat hari ini dengan tanpa berpikir saya menjawab sudah. Lalu rapat di buka oleh pak Hilmi dengan membacakan agenda, alu mempersilahkan Mudir berbicara dan membacakan maklumat pada saat itu mudir mengumumkan akan merombak total struktur kepengurusan Mahad Daarul Fudlola salah satu pimpinan yang diganti adalah saya sebagai kepala SMA dan kepala SMA sementara di jabat oleh kepala SMP dirangkap oleh USt. Mansur.Beliau mengucapkan terima kasih kepada saya atas pengabdiannya selama ini dan beliau berdoa semoga Allah membalasnya dengan amal yang berlimpah. Lalu dalam hati saya berucap amin. Pada saat pengumumman itu di bacakan saya tidak terlalu kaget karena isu itu sudah berkembang sebelumnya dan saya juga sudah pasrah dan tabah menerimanya karena saya menjadi kepala SMA pun bukan atas kemauan sendiri tapi benar-benar menjalankan amanah dengan ikhlas. Kelihatanya pada saat itu banyak guru yang terperangai kaget mendengar keputusan tersebut apalagi dalam maklumat tersebut akan ada perubahan selanjutnya yang akan menyusul. Setelah di berikan kesempatan untuk bicara dengan berjiwa besar saya berbicara “ saya berterima kasih kepada pihak yayasan yang telah memberikan kesempatan kepada saya memimpin sekolah selama dua tahun, tentunya banyak pengalaman dan ilmu yang telah saya dapatkan dan tidak semua guru mendapatkan kesempatan yang sama seperti yang saya dapatkan dan saya juga berterima kasih kepada pihak yayasan yang telah memberikan kesempatan pada saya dan beberapa orang guru untuk mengikuti sertifikasi guru melalui Dinas Pendidikan. Semoga kebaikan beliau di balas oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda. Dan kepada para dewan guru saya mohon maaf atas segala kehilapan dan kesalahan saya dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan selama saya memimpin”.
Keesokan harinya saya bertugas seperti biasa tanpa beban sedikitpun walaupun banyak guru yang merasa prihatin atas keputusan yayasan tersebut tapi saya menjelaskan memang masa tugas saya sudah berakhir, dan siapapun yang menggantikan kelak tetap akan saya dukung dan Bantu demi kemajuan sekolah kita. Kemudian Ust. Mansur berkonsultasi ke Dinas Pendidikan ternyata dalam satu Yayasan dua lembaga pendidikan SMP dan SMA tidak boleh di jabat oleh satu orang. Seteleh mepertimbangkan segala hal akhirnya Pihak Yayasan meminta kepada saya untuk menjabat secara fiktif untuk laporan ke Dinas Pendidikan.jadi status saya di sekolah bukan lagi sebagai kepala sekolah tapi dalam laporan dinas pendidikan status saya masih sebagai kepala sekolah SMA. Akhirnya dengan hati ikhlas saya menerima permintaan yayasan untuk membantu urusan kedinasan sampai menandatangani ijazah tahun depan.
Setelah tidak menjabat sebagai kepala sekolah memang pendapatan saya secara nominal menurun tapi saya berharap tunjangan sertifikasi saya segera turun. dalam hati saya berdoa mudah-mudahan dengan keikhlasan saya ini Allah membalasnya dengan limpahan rahmat dan karunianya. Setelah saya tidak menjabat menjadi kepala sekolah tawaran mengajar dan memimpin sekolah berdatangan dari teman-teman, tapi saya berniat tetap istiqomah di Yayasan Daarul Fudlola sampai Daarul Fudlola kembali maju dan lebih baik lagi. Setelah berjalan selama tiga bulan pengganti kepala sekolah SMA yang baru datang Habib hedar Alhirit, dan selama beberapa bulan saya mendampingi beliau menjalankan roda sekolah untuk hal teknis dilapangan beliau yang menghendel sedangkan untuk urusaan kedinasan saya yang membantu karena sampai tahun ajaran yang akan datang tanda tangan saya sebagai kepala sekolah lama masih diperlukan.

Beberapa minggu setelah saya tidak lagi menjabat kepala sekolah, sekali lagi Allah SWT menjawab doa kami dengan mendapatkan rijki yang tak di duga-duga. Tanah istri saya hasil dari membeli seharga 150.000 ditawar dengan harga tinggi sampai 500.000 rupiah permeter. Pada sat itu kami mendapat uang 55.000.000 Rupiah. Setelah bermusyawarah dengan semua keluarga akhirnya kami berniat membeli rumah di Taman Cibinong Asri kawasan PEMDA Kabupaten Bogor, dengan akad over credit 42.500.000 rupiah dan kami masih harus mengengsur selama 13 tahun sebesar 572.000 rupiah sisa pembelian rumah kami gunakan untuk membeli motor. Pada dasarnya kami tidak ingin membeli rumah tapi apalah daya mertua saya tidak setuju kalau uang tersebut tidak menjadi tanah atau rumah mereka khawatir kalau uangnya habis tak karuan. Sampai pembayaran rumahpun mereka yang membayar dan kami tak sedikitpun memegang uang tersebut. Kalau boleh memilih kami ingin membayar hutang dahulu tapi apalah daya uang itu bukan uang kami dengan istri secara mutlak tapi uang warisan yang penggunaannya selalu dipantau oleh mertua. Karena pengeluaran keluarga kami sangat besar dan gaji saya sebagai guru sangat kecil sedangkan dana sertifikasi belum bisa cair kalau belum enam bulan, pada bulan keempat sisa modal sebesar 8 juta rupiah habis. Untunglah ada seorang investor datang membantu memasok barang, karena keterbatasan stok barang banyak permintaan pelanggan yang tidak terpenuhi, akhirnya dengan berjalan terseok-seok kami terus memperjuangkan usaha kami agar tidak hancur karena pada saat itu modal kami hanya keberanian untuk melanjutkan usaha dan keyakinan pada suatu saat pasti kami akan sukses. Asset yang kami punya hanya pelanggan setia dan sedikit pengalaman selama usaha berjalan, kami bisa bertemu dengan berbagai macam type pelangan, suplayer dari tingkat suplayer kecil sampai suplayer besar. Dengan modal ini kami yakin kami akan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Dengan gaji yang kami terima sebagai guru professional sebesar lima ratus ribu harus kami syukuri padahal pengeluaran rutin setiap bulan sebesar tiga juta rupiah kami berharap datang mukjijat dari Allah untuk menurunkan rijkinya sebesar 2.500 000 setiap bulan sampai harapan kami sebagai guru bersertifikasi terpenuhi dan gaji kami yang tertunda di pemerintah dapat kami nikmati entah sampai kapan kami harus menunggu. Saya hanya bisa berucap sabar ya mi sabar ya nak biarlah bulan ini kita makan dari berhutang mudah-mudahan uang sertifikasi guru turun kita dapat membayar hutang-hutang kita.
Setiap hari kami taklupa berdoa, rupanya Allah SWT menjawab doa kami, seorang investor yang belum lama kami kenal (Seorang Warga Nasrani Keturunan Cina) yang biasa mensuport barang pada usaha kami, menawarkan bantuan untuk meringankan beban kami. Opsih yang ditawarkan adalah take over kewajiban kami membayar Bank Mandiri sebesar 1.044000 rupiah dan beliau memberikan keleluasaan pada kami untuk menggunakan sisa hasil usaha yang selama ini di support olehnya untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari dengan cicilan yang cukup ringan. Mengapa beliau begitu mudah membantu kami yang sedang pailit, beliau beralasan bahwa dua tahun yang lalu beliaupun pernah mengalami Hal yang sama seperti apa yang kami alami pada saat ini Cuma yang membedakan adalah waktu dan jumlah uangnya. Saya berharap mudah-mudahan dengan system yang di bangun olehnya dan kami sebagai pelaksana dilapangan dapat menjaga amanah ini dengan baik sampai pada suatu saat kami bisa keluar dari masalah ini dan melunasi hutang-hutang kami serta membalas semua jasa baik orang-orang yang telah membantu kami pada saat kami kesulitan. Pada saat orang-orang tidak punya kekuatan untuk membantu kami orang ini di turunkan Tuhan untuk meringankan beban kami semoga segala kebaikan bapak Tanto akan dibalas yang lebih baik oleh Tuhan Yang Maha Esa. Beberapa bulan system yang kami bangun berjalan sedikit demi sedikit tapi ada masalah yang besar yang harus di hadapi oleh pak Tanto rekan kerja kami usaha beliau mengalami kredit macet dari konsumen sehingga kewajiban kepada perusahaan cash plownya terganggu akhirnya kami sepakat menjaminkan BPKB motor kami yang telah lunas kreditnya. Sebenanarnya Pak tanto berharap dapat menjaminkan Sertifikat rumah kami kepada perusahan agar pasokan barang ke usaha kami dapat lancar kembali kemudian kami mendiskusikan masalah ini kepada keluarga, Setelah kami meminta pertimbangan dengan keluarga, akhirnya mereka melarang menjaminkan sertifikat tanah karena resikonya terlalu besar. Dengan modal seadanya kami terus berjalan walaupun harus terseok-seok.




Selalu menambah ilmu dan belajar dari banyak orang
   
Pada suatu malam Aku bersama Istriku berdiskusi mengenai masa depan keluarga kami  setelah berdiskusi kami memutuskan untuk berinvestasi di dunia pendidikan. Aku berniat melanjutkan kuliah S3 nya di Universitas Negeri Jakarta almamaterku sebelumnya untuk melanjutkan cita-citanya menjadi orang yang bermafaat buat orang lain. Aku berharap dengan menambah ilmu pengetahuan semakin terbuka peluang untuk memberikan pengetahuan kepada orang lain. Karena Aku yakin bahwa orang yang paling baik adalah yang paling bermanfaat buat orang lain. Karena Pendidikan adalah Investasi yang pasti.
Sepanjang hari dikala waktu luang Aku selalu berdiskusi dengan istrikui tentang masalah apa saja. Hampir semua buku-buku yang ada diperpustakaan Pribadiku semuanya dilalap habis oleh Istriku Kartiwi. Bila ada bacaan yang tidak dimengerti oleh istriku dia selalu bertanya padaku. Rumah tangga kami semakin tentram karena pemahaman agama kami sekeluarga semakin baik.dalam rumah tangga kami bukan tidak pernah ada permasalahan tapi jika ada masalah selalu dihadapi dengan kesabaran dan saling menghargai. Walaupun lewat perdebatan yang panjang akhirnya seberat apapun permasalahan yang terjadi selalu bisa diatasi. Jika Aku agak sedikit keras istriku yang mengalah dan jika Istriku yang keras maka aku yang mengalah, itulah rahasia mengapa keadaan rumah tangga kami kelihatan selalu rukun. Aku dan Istriku lebih banyak membicarakan hal-hal yang bermanfaat dan menghindari dari pembicaran Ghibah apalagi memfitnah. Berbagi pada sesama adalah komitmen kami karena kami yakin dalam harta kita terdapat hak orang-orang yang ada disekelilingnya. Makanya setiap bulan dan setiap mendapatkan rizki yang berlebih kami selalu menyisihkan sebagaian rizqi kami untuk saudara dan tetangga yang membutuhkan. Anak-anak kami didik secara islami, kami mengajarkan budi pekerti yang baik dengan ketauladanan dan contoh yang baik dan selalu menghindarkan dari perkatan yang buruk. Dan kami selalu mengajarkan kata-kata yang baik seperti : “terima kasih bila mendapatkan sesuatu, minta tolong bila membutuhkan sesuatu, mengajarkan berbagi pada sesama dan perbuatan-perbuatan baik lainya.”. Pada hari sabtu tanggal 28 Novenber 2009, saya anggap sebagai hari yang penuh anugerah, karena sekian lama saya menyarankan istri untuk ikut mengaji bersama teman-teman liqo di kampung kami dan selalu di tolak dengan berbagai alasan tepi setelah mengikuti satu kali seminar tentang pendidikan anak hatinya tergerak untuk banyak belajar lagi tentang agama dan cara mendidik anak. Akhirnya pada tanggal itu atas kesadaranya sendiri beliau mengikuti pengajian yang dilaksanakan setiap hari sabtu pagi. Lega hatiku sekarang apalagi di dinding rumah beliau tempelkan kutifan hadis “ Allah tidak akan menyapa seorang istri yang tidak taat pada suaminya (Mutafaqun alaih) dan Hadis “ Seorang Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawabanya. “Ketika pagi hari aku bertanya apa ini mi beliau menjawab selama ini umi banyak berbuat salah sama abi maafin umi ya mudah-mudahan dengan umi setiap hari umi membaca hadis tersebut umi selalu ingat akan kewajiban umi sebagai istri. Istriku berjanji untuk tidak mengulangi kata-kata yang kasar dan tidak akan mengulangi kata-kata ingin bercerai sampai kapanpun dan surat tersebut beliau tulis dalam sebuah surat kecil yang di tujukan padaku Begini bunyinya Istriku berjanji untuk tidak mengulangi kata-kata yang kasar serta berjanji tidak akan mengulangi kata-kata ingin bercerai sampai kapanpun dan surat tersebut belaiu tulis dalam sebuah surat kecil yang di tujukan padaku Begini bunyinya “dan sebuah SMS yang sangat menyejukan hati di lontarkan dari hati yang bersih padahal saya tahu pada saat itu keluarga kami sedang menghadapi kesulitan rijki dan banyak memiliki masalah beliau menulis “Abi Umi sayang Abi…..,.hadiah terindah dari Allah buat umi dan anak-anak terima kasih atas semuanya sayang.”
Betapa bahagianya hati ini memiliki istri yang solehah seperti istriku ini. kami bersyukur semoga Allah menjadikan keluarga kami menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah Amin.

2.      Kerja Keras Membangun Perekonomian Keluarga

Aku lahir di Bogor sekarang wilayah kami menjadi bagian dari kota Depok tepatnya di Kampung Cilodong. Ayahku bernama H madsani dan ibuku bernama Nemih kedua orang tuaku asli Betawi. Sekarang ini aku sudah mempunyai dua orang anak M.Tiaz Adzikri empat tahun dan Chesia Azzahra dua tahun dari istriku tercinta Kartiwi Siswanti. Pendidikan S1 Universitas Ibn Kahldun Bogor Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam lulus Tahun 1998 dan S2 Universitas Negeri Jakarta Jurusan Manajemen Pendidikan lulus Tahun 2004.
Aku lahir dari keluarga yang sangat sederhana bapakku seorang petani sambil berdagang dipinggir jalan. Jiwa bisnis yang aku dapatkan berawal dari lingkungan keluarga. Bapakku sebagai pedagang eceran dan beberapa ganti usaha dari mulai berjualan sayuran, buah-buahan, menjual pupuk, sampai menjual bensin eceran dan tambal ban. Beberapa hal yang aku kagumi dari bapak dan ibuku adalah keuletanya dan kekompakanya dalam berusaha dan tak tidak ada kata menyerah. Satu usaha gagal mereka mencoba usaha yang lain. Sama halnya seperti jodoh karena Allah menciptakan apa yang ada didunia ini berpasang-pasangan ada laki-laki dan berpasangan dengan wanita, ada siang ada malam, ada hujan ada panas, dan begitupun usaha pasti ada usaha yang berjodoh dengan kita. Tugas kita hanya terus berusaha dan mencari celah untuk menjemput rijki dari Allah.
Pada awalnya bapak membuat dua petak kios ukuran 4 kali 8 meter dipinggir jalan, mengontrak tanah H Rahim kakak kandung bapak. Setelah kios jadi mereka menjual pupuk dan bibit-bibitan kebetulan pada saat itu bapak diangkat menjadi  ketua kelompok tani di kelurahan kalibaru Cilodong. Dan kios tersebut diberi nama “Kios Pupuk Tani Subur” beberapa bulan penjualan berjalan lancar tapi lama-kelaman  banyak petani yang berutang dan sulit ditagih, karena sebagian modal didapat dari pinjaman BRI maka bapak tidak dapat mengembalikan pinjaman tersebut sampai-sampai ibu merelakan cincin dan kalung emasnya dijual untuk menutupi utang bank. Setelah utang lunas dibayar bapak tidak lagi berjualan pupuk dan kios tutup selama beberapa bulan.
Pada saat itu sumber penghasilan keluarga kami berkurang sedangkan tanaman palawija bapak belum panen biasanya bapak menanam ketimun dan kacang panjang bila habis menanam padi. Pada masa-masa sulit tersebut terdetak hati saya untuk meringankan beban keluarga kami aku berjualan es disekolah. Hampir setiap pagi bersama adikku Matroji aku pergi ke Asrama Divisi I Cilodong yang pada saat itu masih milik Kopur Linud untuk mengambil Es Lilin lalu aku menjajakanya disekolah tempat aku belajar. Pada saat itu listrik belum masuk kampung kami oleh karena itu tak satu pun orang kampung yang punya kulkas. Ketika teman-temanku dengan riangnya bermain saat istirahat sekolah, aku harus menjajakan es didepan kantin sekolah. Rasanya malu memang tapi keadaan yang memaksa dan aku harus tebal muka demi kelangsungan hidup keluarga kami. Sepulang sekolah aku harus memanjat pohon Pete Cina dan memetik buahnya lalu aku menjualnya ke Warung Hajah marpuah tetanggaku. Pada malam hari bapak mencari bekicot bahasa cilodongnya kiong Racun untuk diberikan ke ternak bebek nenek. Pagi-pagi sebelum mengambil es biasanya aku mengantarkan bekicot untuk diberikan ke ternak bebek nenek, akau sangat senang sekali ketika nenek memberikan upah mengantar bekicot sebesar 200 rupiah.
Sebenarnya nenek dan kakek kami terkenal orang yang cukup kaya di kampung Cilodong, tanahnya berhektar-hektar, ternaknya banyak, bahkan sampai punya penggilingan padi sendiri. Lumbung padinya sangat besar hampir sama besarnya dengan rumah yang beliau tempati. Rumah yang mereka tempati sangat sederhana hanya rumah panggung yang terbuat dari bilik bambu. Setiap malam kakek selalu meraut pelapah kelapa untuk dijadikan sapu lidi dan setiap seminggu sekali Wa Butu pedagang sapu keliling selalu datang ke rumahnya untuk membeli sapu hasil buatan, puluhan sapu dibuatnya setiap minggu. Dimanapun kakek melihat ada pelapah kelapa selalu dibawanya kerumah untuk diraut dan dijadikan sapu bahkan sampai tengah malam beliau bekerja meraut sapu sambil berbincang-bincang dengan orang-orang yang bekerja di ladangnya. Kadang sesekali aku dan sepupuku cucu kakek yang lain menginap di rumah belia,  pada saat mengobrol tangannya tak pernah berhenti meraut pelepah kelapa sampai halus persis seperti mesin otomatis. Tanpa kenal lelah pagi-pagi sekali beliau sudah berangkat kepasar Depok dengan berjalan kaki membawa telur hasil ternak bebek nenek, pelanggan beliau rumah-rumah makan besar sepanjang jalan Margonda pada saat itu. Dan pada sore harinya beliau baru sampai dirumah dengan membawa belanjaan dapur dari pasar. Kadang saking sayangnya sama anak cucunya kalau mau lebaran beliau membawakan kembang api dan petasan dari pasar Depok untuk di berikan pada cucu-cucnya ditambah dengan uang yang cukup lumayan. Biasanya hadiah lebaran dari kakek selalu ditunggu-tunggu oleh cucu-cucunya.
Aku salut dengan perjuang beliau dalam mencari nafkah begitu ulet namun setelah uangnya terkumpul beliau mau berbagi terhadap sesama. Hampir setiap orang di kampung kami kalau punya urusan selalu meminjam uang kepada kakek tanpa di bungakan dan bahkan kalau diberi kelebihan oleh si peminjam kakek tak pernah mau menerimanya. Setiap orang yang meminjam jarang ditolak  bahkan ada yang sampai berkali-kali menunggak tetap diberikan pinjaman. Pernah ada seseorang yang pernah menggadaikan tanahnya sebesar 150.000 rupiah sekitar tahun 1970  lalu orang tersebut mengembalikan tanah gadaian tersebut setelah 20 tahun yaitu pada tahun 1990 lalu kakek mengembalikan surat-surat tanahnya dan orang tersebut hanya membayar sebesar 150 ribu rupiah sama seperti jumlah pertama kali kakek memberikan  uang gadaian pada orang tersebut 20 tahun yang lalu, padahal selama 20 tahun rupiah telah puluhan kali mengalami inflasi. Sungguh kejujuran dan keikhlasanya begitu mulia. Pada saat itu kalau kakek bersikeras mempertahankan tanah tersebut secara hukum beliau menang tapi hati nuraninya tak dapat dibohongi kalau tanah itu adalah tanah hasil gadaian. Nenekku juga sangat baik sekali hampir setiap hari aku diberi tambahan jajan lalu aku menabungnya untuk keperluan membeli buku-buku dan kebutuhan sekolah lainya, nenekku tipe seorang wanita pekerja keras setiap hari beliau selalu menjemur padi sampai berpuluh-puluh karung semuanya itu kadang dilakukanya sendiri apalagi saat musim panen. Selain itu setiap pagi nenek secara rutin memetik kangkung diladang dan dijual di warung H Marpuah. Hj. Namah terkenal sebagai ahli pengobatan tradisional setiap hari ada saja masyarakat sekitar yang berobat kepadanya dari mulai sakit biasa sampai sakit yang sudah kronis. Banyak masyarakat sekitar cilodong yang sembuh dari berbagai macam penyakit berkat wasilah berobat dengan Hj.Namah nenekku. Hari-hari beliau habis untuk kegiatan sosial dan membantu masyarakat. Princif hidup sederhana dan berbagi terhadap sesama sepertinya menjadi motto hidup mereka. Di dalam prinsif hidup mereka, semua harta yang mereka miliki hanya titipan dan pada hakekatnya milik Allah. Saya sering mendengar nasehat dari mereka : bahwa rejeki kita yang sesungguhnya bukan apa yang ada didepan mata kita atau bahkan dikantong baju kita tapi rijki yang sesungguhnya adalah apa yang kita telan pada saat kita makan dan pada saat itu kita merasakan nikmat bahkan walaupun sudah tertelan kalau dimuntahkan lagi itupun bukan rijki kita tapi rijkinya ayam. Sekalipun uang sudah ada dikantongnya belum tentu rijki kita kata beliau,  kalau ada orang yang meminjam beliau tidak dapat menolaknya dan beliau selalu mengatakan ini adalah rijkimu kata itu diucapkan pada setiap orang yang meminjam. Setelah beliau dan Istrinya wafat rumah beliau telah diwakapkan menjadi Mushalla Arrahman nama itu diambil dari nama Kakekku H Raman dan Nenekku Hj Namah. Hampir setiap shalat lima waktu para imam di mushalla tersebut selalu membacakan doa untuk almarhum nenek dan kakekku.

            
             
3. Bagaimana menaklukan Singa yang lapar

Kalau dilihat dari masa lalu pertemuan antara Aku dan Istriku kartiwi Siswanti sangat melelahkan dan penuh perjuangan yang berat sampai Aku menikah dan mempunyai dua orang anak. Pernikahan aku dan Istriku lewat perjodohan orang tua. Sebenarnya Aku mengenal kartiwi sejak kecil karena hubungan aku dan Kartiwi masih terdapat hubungan keluarga. Aku kenal lebih dekat pada saat kartiwi duduk di kelas 3 SMA dan pada saat itu aku telah lulus kuliah S1. Pola pikir antara aku dan kartiwi terlalu jauh berbeda Aku seorang Sarjana yang idealis sedangkan Kartiwi pada saat itu masih menjadi seorang remaja belia yang mendambakan kebebasan. Aku yang senang dengan suasana religius dengan idola Rasulullah, SAW sedangkan Kartiwi senang dengan dunia remaja yang mengidolakan artis-artis dan gaya hidup Remaja kebanyakan. Aku masih ingat pada saat itu Kartiwi Remaja senang sekali dengan lagu-lagu Slank dan Jamrud. Sehingga pria idamanya  seperti yang diidolakan. Makanya ketika melihat Profil diriku tidak sesuai dengan kriteria idolanya. Pada awal ketika pertama kali aku mencoba mendekati lebih dekat, sikapnya biasa-biasa saja seperti adik dan kakaknya tapi setelah tahu aku meminta kepada orang tuanya untuk menjodohkan aku dengannya sikapnya agak berubah dan selalu menghindar dariku. Dengan penuh kesabaran Aku selalu berkata baik dan selalu berdoa semoga Kartiwi mendapatkan hidayah dan dapat berubah menjadi seorang wanita soleha, doa itu selalu kupanjatkan setiap selesai melaksanakan shalat. aku selalu yakin bahwa doa dapat merubah takdir.
Setelah lulus SMA Kartiwi melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Ibn Khaldun Bogor tempat dahulu aku Kuliah tapi jurusanku pada saat itu Pendidikan Agama Islam. Dan Pada tahun itu pula aku telah satu tahun kuliah di S2 Universitas Negeri Jakarta Jurusan Manajemen Pendidikan, kami masing-masing konsentrasi pada kuliah kami.
Ketika kuliah Kartiwi masuk Organisasi Pecinta Alam Atmawana Universitas Ibn Khaldun Bogor. Kesibukanya diluar kuliah semakin padat. Hari-harinya banyak dihabiskan untuk kegiatan organisasi. Termasuk melakukan pendakian. Selama diorganisasi pecinta Alam kartiwi sudah melakukan pendakian ke beberapa gunung diantaranya Gunung gede Pangrango, gunung Salak, dan terakhir gunung Papandaian sebelum meletus pada tahun 2003. dalam penantian di rumah kadang aku merasa was-was ketika harus merelakan calon istriku pergi mendaki menantang bahaya yang datangnya tak pernah diduga. Pada pendakian yang terakhir ke gunung Papandaian bersama beberapa orang rekanya sampai telat dua hari karena cuaca tidak mendukung sehingga terjadi penundaan waktu pendakian dan sampai beberapa hari aku kehilangan kontak dengannya. Biasanya aku menghubunginya walaupun hanya untuk menanyakan bagaimana keadannya.
Memang pada saat itu aku membiarkan Kartiwi menikmati kebebasanya sebelum resmi menjadi istriku tapi aku selalu memberikan pandangan-pandangan fositif agar kebebasan yang aku berikan dapat digunakan sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab. Ternyata dari kegiatan Pecinta Alam itulah mentalnya semakin kuat, dan wawasanya semakin terbuka. Dalam hidup itu harus saling mengerti antara satu dengan lainya dan tentunya saling menghormati privasi masing-masing. Dengan sikapku yang demokratis memberikan peluang padanya untuk berkembang. Aku tidak pernah melarang melakukan hal-hal yang baik, selama dia bisa menjaga diri dan menjaga kepercayaanku. Dengan siapa dia bergaul dan bersahabat aku selalu mendukungnya, karena aku yakin dia sudah dewasa dan sudah bisa memilih teman yang baik buat dirinya. Dan sampai hari ini ketika kami telah menikah dan mempunyai dua orang anak, kami sering mengikuti kegiatan Pecinta Alam dengan teman-temanya. Kalau ada waktu yang luang kami bersama anak-anak sering melakukan pendakian walaupun tidak sampai puncak.
Pada waktu kartiwi masuk Semester kelima kami memutuskan untuk menikah, dan membina rumah tangga. Pada awalnya dia menolak tapi setelah aku meyakinkanya diapun menerima. Aku tidak mau terlalu lama berada dalam ketidakpastian walaupun kami berdua sudah komitmen untuk selalu berbagi perasaan namun tanpa pernikahan semua itu hanya hampa belaka. Karena kami pada saat itu belum bisa membiayai kuliah untuk kami berdua, kebetulan pada saat itu saya sedang meyelesaikan tesis S2 di Universitas Negeri Jakarta akhirnya istriku mengalah untuk cuti kuliah.
Pada awal menikah kami tinggal di rumah mertua, mulai hari itu cobaan demi cobaan terus menerpa kami, dengan penghasilan seorang guru yang kurang dari seratus ribu, dan harapan kami hanya usaha Wartel yang dapat menopang hidup kami setiap hari. Setiap hari kami harus menerima cibiran dari mulut mertua tapi kami masih terus bersabar. Pernah pada saat istriku sedang hamil tua, kami tidak punya biaya untuk persalinan akhirnya kami menjual usaha wartel kami untuk persalinan dan biaya menyelesaikan tesis kami. Begitu anak kami lahir untuk membeli susupun kami harus berhutang sana sini karena usaha Wartel kami sedang lesu dan terancam bangkrut. Pernah pada suatu hari saya pulang ke rumah hanya membawa uang 6000 rupiah dan hal itu di ketahui mertua, dan berbuntut marah, karena istriku tertekan kadang-kadang rasa tertekanya di lampiaskan kepada saya dan pertengkaranpun tidak dapat di hindari. Akhirnya saya mencoba beralih propesi mendaftar sebagai anggota  Linmas DKI, baru satu hari saya bekerja begitu saya kasih tahu bahwa gajinya hanya 350.000 perbulan akhirnya saya di minta mengundurkan diri padahal empat bulan kemudian ada kenaikan gaji dan selanjutnya teman-teman kami diangkat menjadi pegawai Negeri Sipil. Memang bukan nasib saya sebagai PNS akhirnya saya kembali keusaha semula, karena kami tidak mampu membayar karyawan akhirnya saya harus menunggu sendiri wartel kami sampai jam sepuluh malam padahal apa yang kami dapatkan tidak sesuai dengan pengeluaran, tapi apalah daya hidup ini harus tetap berlanjut. “Sudah terlanjur hidup”.gumamku

Kami harus Mempertahankan hidup dengan berhutang
                                                                                      
Setelah sekian lama kami bertahan di rumah mertua dan kami tidak tahan dengan cibiran mertua yang selalu membanding-bandingkan dengan menantunya yang lain akhirnya pada tahun kedua pernikahan, kami pindah ke kontarakan orang tua saya. Di Cilodong pada saat itu kami membeli sebuah Wartel yang cukup Strategis sebesar 25 juta rupiah dari hasil pinjaman Bank BRI dari usaha ini kami dapat menyelesaikan kredit motor dan membangun rumah kecil ditanah warisan orang tua saya. Pada saat itu keadan ekonomi kami sedikit membaik. Dengan berjalannya waktu usaha Wartel sudah tidak prospek lagi dan satu persatu Wartel yang telah kami rintis selama beberapa tahun kami jual sebagian hasil penjualan kami gunakan untuk menambah modal pembangunan rumah dan sisanya kami gunakan untuk membayar hutang-hutang kami. Saya sangat berterima kasih pada istriku tercinta ditengah kesulitan ekonomi ketika wartel kami tak berpenghasilan lagi beliau menolong kami dengan berjualan pakaian jadi. Dengan gaji yang pas-pasan dari hasil mengajar di tambah dengan hasil jualan pakaian cukuplah untuk mempertahankan hidup selama beberapa bulan. Pada saat kami jualan pakaian timbul suatu ide yang akhirnya menjerumuskan kami pada hutang yang berkepanjangan, yaitu meminjam uang ke bank BRI untuk membeli sebuah mobil jeep tahun 80-an tujuan kami semula untuk membantu usaha kami belanja ke tanah abang tapi kenyataannya mobil tersebut hanya menjadi beban yang akhirnya karena tak sanggup membayar harus kami relakan terjual untuk menutupi utang bank. Beberapa bulan kami aman tanpa membayar bank selama delapan bulan tapi belakangan hari ketika waktu pembayaran masuk jatuh tempo kami masih punya tanggungan bank selama delapan bulan lagi tapi kali itu kami selamat karena orang tua saya meminjamkan uang sebesar enam juta rupiah untuk membayar bank. Dan permasalahan bank saat itu selesai. Selama dua tahun kami tidak bermain dengan bank karena penghasilan saya sebagai guru sekaligus kepala sekolah cukup lumayan untuk makan sehari-hari, selama dua tahun kami tidak melakukan usaha-usaha yang besar kecuali berjualan pakaian. Tapi apalah daya semakin kesini biaya hidup semakin besar dengan gaji satu juta setengah di tambah dengan keuntungan pakaian yang tidak seberapa akhirnya kami mempunyai utang ke suplayer pakaian dan orang tua kami. Di tengah-tengah kesulitan ini timbul ide meminjam uang kembali untuk menutupi hutang pakaian sebesar 4 juta rupiah dengan meminjam ke HSBC, setelah itu kami punya kewajiban membayar 500.000 setiap bulan, dengan gaji yang kami terima di tambah dengan hutang HSBC untuk biaya hidup sangat kurang sekali, akhirnya ada tawaran dari bank mandiri dengan pinjaman 10 juta hanya mengangsur 340.000 yah angsuran kami agak sedikit ringanlah. Dari uang yang sepuluh juta kami keluarkan untuk membayar HSBC sebanyak  empat juta dan sisi uang enam juta kami gunakan untuk mengawali usaha minyak goreng dan minuman kemasan. Usaha kami selama beberapa bulan terus berjalan tapi modal kami juga berkurang karena sekali lagi biaya hidup kami dengan pendapatan kami tidak seimbang. Jadi setiap bulan kami harus mengalami devisit. Dengan sangat terpaksa kami harus berhutang lagi ke bank mandiri sebanyak 25 juta rupiah dan uang yang kami terima hanya 14 juta rupiah dari uang yang 14 juta ini kami gunakan untuk membayar DP kredit Pick Up dan sisanya sebesar tujuh juta kami masukan modal, berawal dari sisnilah hutang mulai melilit kami kembali. Kadang saya bertanya sampai kapan kami harus hidup dari berhutang apakah sampai gaji guru swasta cukup untuk membiayai hidup kami entah hanya Allah yang tahu kami akan terus berjuang untuk bisa membayar hutang –hutang kami sebesar 20 juta rupiah pada bank Mandiri dan pada saat itu saya sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah dan secara otomatis gaji yang saya terimapun berkurang. Saya mau bertanya pada saudara apakah cukup makan satu juta rupiah setiap bulan, bayar kredit rumah dan listrik lima ratus ribu rupiah dan bayar angsuran bank satu juta lima puluh ribu rupiah belum di tambah biaya tak terduga sedangkan gaji yang saya terima Cuma berkisar lima ratus ribu rupiah setiap bulan  saudara pasti akan menjawab bisa kalau saya masih terus berhutang dan berhutang lagi sampai gaji guru naik……saya hanya bisa berkata sabar pada anak dan istri, sabar ya mi sabar ya nak mudah-mudahan uang sertifikasi cepat turun dan itupun belum cukup untuk membayar hutang, kalau ada sisanya kamu bisa makan lebih bergizi dari biasanya dan sekolah di tempat yang layak. Maapin Aby ya mi aby belum bisa mencukupi keluarga kita dengan materi tapi aby yakin pada suatu saat pasti bisa membahagiakan umi dan anak-anak. Walaupun belum bisa seperti orang-orang minimal kita bisa makan dari hasil usaha kita dan tidak lagi makan dari hasil hutang dan belas kasihan orang lain.

Berkaca dengan orang lain sedikit mengobati hati

Pada suatu hari saya bersama istri berkunjung ke tempat teman yang memiliki usaha seperti kami dalam skala yang lebih besar dengan karyawan puluhan dan kendaraan operasional yang lengkap. Dari hasil pembicaraan kami beliau bercerita tentang masalah yang lebih besar, dan kisaran hutangnya mencapai ratusan juta rupiah, beliaupun bercerita selama ini beliau harus hidup dari berhutang karena keterpaksaan. Dan setiap bulan harus devisit sebesar tujuh juta rupiah kalau di hitung-hitung asetnyapun tidak cukup untuk membayar hutang tersebut. Tapi dengan tegarnya beliau tetap tegar menghadapi deringan telpon yang membuatnya takut untuk mengangkatnya karena sejak pagi tadi telpon yang berdering selalu berisi tagihan hutang. Bahkan ada beberapa perusahaan yang mengancamnya dengan ancaman penjara. Tapi saya salut dengan kekuatan mental beliau yang begitu tegar, tidak sedikitpun ragu-ragu untuk mengangkat telpon, dan beliau masih bisa tetap tersenyum ditengah lilitan hutang yang sewaktu-waktu dapat menggiringnya ke jeruji besi. Beliau bercerita selama tiga tahun beliau merintis usaha waktunya di habiskan untuk duduk di belakang meja dengan angka-angka yang selalu devisit. Beliau rindu dengan Suasana keluarga, beliau rindu dengan kehidupan sosial masyarakat. Karena selama tiga tahun hidupnya dihabiskan untuk menumpuk hutang kadang ibadahpun di lupakan.
Pada malam harinya setelah sampai di rumah saya mengobrol dengan istri membicarakan pertemuan kami dengan rekan bisnis kita siang tadi. Bila dibandingkan dengan masalah beliau kita belum ada apa-apanya asset hutang kita tidak ada sepersepuluh dari asset yang kita miliki, kita masih punya rumah dan tanah warisan orang tua saya seharga dua ratus juta rupiah, kita masih punya dua sepeda motor seharga sepuluh juta rupiah, dan sebuah rumah hasil kredit seharga empat puluh tiga juta rupiah. Dan yang paling berharga kita masih punya anak yang manis-manis dan sehat M Tiaz Adzikri dan Chesia Azzahra. Kalau kita mau bersyukur pasti Allah akan menambah nikmatnya pada kita dan mencarikan solusi yang terbaik buat kita jalani kita harus yakin Allah tidak akan memberikan cobaan pada kita tapi sesuai dengan kemampuan kita.(Al-Hadits). Ternyata masih banyak orang lain yang di berikan coban lebih berat dari kita tapi beliau tetap tegar. Wallahu a’lamu bisowaf.

HARI YANG DI NANTI PUN TIBA

Hari berganti hari minggu-berganti minggu dan bulan berganti bulan Hutang kami semakin bertambah kepada suplayer. Setelah enam bulan berjalan hutang kami mencapai sepuluh juta rupiah akhirnya kami harus merelakan motor kami yang satu lagi kami serahkan kepada suplayer. Dan pada saat itu hutang kami hanya tinggal tiga juta rupiah kepada suplayer. Akan tetapi kami memiliki beban baru yaitu angsuran motor sebesar lima ratus ribu rupiah di tambah angsuran rumah sebesar lima ratus ribu rupiah dan bank mandiri sebesar satu juta rupiah jadi beban yang harus kami tanggung sebesar dua juta rupiah di tambah dengan kebutuhan keluarga sekitar satu juta rupiah Jadi kebutuhan minimal keluarga kami berjumalah tiga juta rupiah setiap bulanya.
beban sebesar itu rasanya berat untuk kami tanggung dengan gaji sebagai guru yang hanya berkisar lima ratus ribu rupiah. Akhirnya kami harus merelakan tanah kami seluas 70m kami serahkan kepada teman kami, dan beliau men take over kewajiban Bank Mandiri kami. Jadi beban kami agak sedikit berkurang. Pada dasarnya kami sangat sayang menjual tanah warisan kami yang hanya sedikit tersebut. Tapi setelah konsultasi dengan Ibu kandungku tersayang beliau berkata “ Jika harta yang kita punya dapat menolong kesusahan kita apa salahnya kita korbankan”. Dari nasihat beliau itulah akhirnya kami memutuskan menjual sebagian harta warisan kami. Sedikit demi sedikit beban hutang kami semakin berkurang. Setelah tidak menjabat sebagai kepala sekolah saya mulai banyak aktifitas di luar sekolah dan waktu-waktu itu saya manfaatkan untuk menambah ilmu dengan berbagi pengalaman dengan teman-teman satu profesi,  baik dengan berkunjung langsung ke rumahnya atau melalui jejaring social Face book. Dari sana saya dapat belajar banyak dari ayah Hanif Ust. Isrofin dan teman waktu SMA Muhidin, mereka semua adalah fakar pendidikan Dari mereka saya banyak belajar tentang system pendidikan yang baik dan menjadi teman diskusi. Dari Face book saya mendapatkan teman-teman lama waktu kuliah dan pesantren, diantaranya Akh Kholis yang menjadi Dosen di Saudi Arabia setelah menyelesaikan program doktornya di Amerika. Dari sana saya juga dapat berhubungan dengan Akh Uyi yang sekarang sedang kuliah S3 di Jepang, dan banyak teman lainya yang selalu memotivasi saya.
Dengan memiliki banyak teman wawasan saya semakin bertambah, dan saya sudah bisa melupakan kejadian-kejadian yang kurang mengenakan sebelumnya. pada tanggal 13 juli 2010 Habib Abdurahman memanggil saya dan beliau meminta saya untuk membantu mengisi jabatan kembali sebagai Wakil kepala sekolah pejabat sebelumnya di mutasi ke SD sebagai kepala sekolah. Dengan perasaan senang bercampur heran saya menerima amanah tersebut, karena apapun jabatan yang kita emban semuanya adalah amanah. Di manapun ditempatkan bagi saya tidak menjadi soal walaupun harus menjadi wakil dari jabatan yang sebelumnya saya emban. dengan jabatan tersebut secara tidak langsung akan menambah pendapat bulanan kami walaupun tidak sebesar jabatan sebagai kepala sekolah.
Pada tanggal 1 Agustus 2010 sepulang dari rumah adik Iparku bersama istri dan anak-anakku. Kami mampir ke rumah orang tua dari istriku. Pada saat itu raut mukanya agak berbeda, seperti ada sesuatu yang di sembunyikan. Setelah selesai shalat magrib mereka (Ayah dan ibu mertuaku) memanggil aku dan istriku ke ruang tamu. Lalu mereka menanyakan motor yang telah kami jual, dengan jujur kami katakan bahwa motor tersebut telah kami jual untuk membayar hutang kepada suplayer minuman kemasan. Alangkah marahnya mereka karena kami menjual motor tersebut tanpa memberitahu mereka terlebih dahulu. Akhirnya kami meminta maaf atas kesalahan kami dan kami mencoba menjelaskan permasalahan kami sesungguhnya kepada mereka. Bahwa kami tak mau merepotkan mereka dengan masalah-masalah yang kami hadapi. Dan kami berpikir bahwa motor yang kami jual adalah benda yang telah menjadi hak istriku sisa pembelian rumah.dan kami berjanji akan menggantinya nanti jika kami sudah memilki keluasan rijki. Setelah beberapa kejadian-kejadian konflik dengan mertua kami yang terlalu banyak turut campur tentang permasalahan rumah tangga kami, sekarang kami menyikapinya dengan lebih bijaksana. Kami mencoba menghindari konflik dengan mereka dan jika ada kami perkecil kapasitasnya, kami berusaha meminta maaf jika salah dan selalu jujur dengan apa yang kami hadapi. Semakin kesini mereka semakin paham dengan keadaan kami, dan mereka mulai menyadari bahwa kami berbeda dengan anak-anak dan menantunya yang lain. Dengan berjalanya waktu mereka semakin bijak dengan keputusan-keputusanya dan Alhamdulillah keluarga mertuaku sudah mau mengkaji ajaran Islam lebih dalam lagi dengan bantuan istriku kami meminta salah seorang guru Tahsin dari Liqonya, untuk mengisi pengajian setiap hari minggu di rumah mereka dan sedikit-demi sedikit mereka lebih paham dengan ajaran Islam dan mereka mulai menyadari bahwa selama ini perlakuan mereka terhadap kami dan istriku salah. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan hidayahnya kepada kita semua Amin.  

Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang begitu nikmat walaupun dalam keadaan ekonomi yang memprihatinkan

Pada Bulan agustus 2010 kami sekeluarga menjalankan ibadah puasa. Ibadah puasa pada tahun ini terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Walaupun serba kekurangan kami dapat menikmati bulan ramadhan tahun ini dengan khusyu dan penuh kesabaran. Hari demi hari ramadhan kami nikmati, walaupun makanan untuk berbuka hasil pemberian orang tua dan kakak istriku terasa nikmat kami rasakan. Tiaz anakku yang ganteng dan Zahra anakku yang manis tahun ini sudah mulai belajar puasa. Dan hampir setiap adzan berkumandang kedua anakku segera mengambil perlengkapan shalat dan bergegas dating ke masjid untuk melaksanakan shalat lima waktu berjamah.   
 Setelah beberapa lama menunggu pada pertengahan bulan Desember 2010 uang tunjangan Profesi kami mulai di transfer masuk rekening, jumlahnya kurang lebih sebesar delapan belas juta rupiah di potong pajak 5%. Alhamdulillah dengan uang tersebut bisa menjadi penyejuk dikala haus. Dan sedikit demi sedikit permasalahan kami selesai terima kasih ya Allah engkau telah mendengar doa-doa hambamu yang hina ini. Mudah-mudahan uang sertifikasi kami lancar bisa kami terima setiap bulanya amin Karena buat kami sebagai guru swasta uang sebesar itu sangat berarti untuk menyambung hidup demi cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat undang-undang dasar. saya berharap dari uang tersebut dapat meringankan beban keluarga dan dapat membantu ibu yang sedang mengurus adikku yang yatim. Dan keluarga yang lain yang masih kekurangan. Jika ada uang yang tesisa mudah-mudahan dapat kami simpan untuk perbaikan kualitas kami dengan melanjutkan kuliah di S3.amin.
Sekarang ini rumah kami mulai ramai dengan anak-anak yang mengaji dan mengumandangkan juz amma setiap selepas maghrib. Baru dua bulan menghapal juz amma mereka telah hapal dari surat Adduha sampai Annas target kami dalam setahun murid kami insya Allah hapal juz amma. Dalam kelompok pengajian tersebut kami mengajarkan Tauhid, Akhlak, Fiqh, Alquran dan Hadits, ternyata Ilmu Pesantren dan kuliah di Fakultas agama Islam tidak sia-sia dan dapat kami amalkan untuk anak-anak kami dan lingkungannya.

Tujuh Cara Efektif Membangun Dan Mempertahankan Semangat Dalam Hidup

Pendahuluan
Banyak diantara kita yang mampu membangun semangat baik terhadap diri kita maupun orang lain, akan tetapi hanya sedikit orang yang mampu mempertahankan semangat itu agar terus langgeng sampai tua dan meninggal dunia. Rahasia dari keberhasilan beberapa orang sukses dari berbagai profesi,  salah satunya adalah karena mereka selalu mempertahankan semangatnya bahkan sampai tua dan meninggal dunia. Sudah menjadi kodrat manusia semangat manusia selalu berubah-ubah dan turun naik. Tapi yang lebih penting bagaimana caranya kita mempertahankan semangat itu minimal tetap bertahan seperti semula bahkan kalau bisa terus meningkat. Inilah yang menjadi bahan kajian penulis yang ingin di ungkapkan dalam tulisan ini berdasarkan hasil kajian beberapa tokoh baik usahawan, olahragawan, Tokoh politik, maupun Tokoh masyarakat.
Setiap orang memiliki mimpi dan keinginan, dan semua itu harus diperjuangkan dengan penuh kesungguhan dan semangat yang besar. Sebuah mimpi tak akan terwujud tanpa adanya usaha nyata dan tindakan. Tindakan tak akan terwujud tanpa adanya semangat dan semangat tak akan muncul tanpa adanya dorongan baik dari dalam diri maupun dari luar diri kita. Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ جَدَّ وَجَدَ

“Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil”

Kesuksesan adalah hasil dari usaha nyata kita. Seseorang dikatakan sukses apabila dapat mencapai apa yang mereka inginkan.[1] Kemakmuran dalam hidup, kesejahteraan pribadi,  rumah bagus, liburan, perjalanan wisata, membeli barang-barang baru, keamanan dibidang keuangan, memperoleh kehormatan, kepemimpinan, disegani baik dalam bisnis maupun kehidupan sosial.
Sukses juga dapat diartikan sebagai kebebasan. Kebebasan dari kegelisahan, ketakutan, kekecewaan, dan kegagalan. Sukses juga berarti Selfrespect (merasa terhormat), terus menerus merasa berbahagia yang nyata dan kepuasan dalam kehidupan, berhasil membuat yang terbaik bagi orang lain.
Sebagai contoh: kesuksesan menuntut ilmu dalam konsep pendidikan Islam tidak hanya ditandai menumpuknya informasi maupun data-data objek pengetahuan pada diri seseorang. Ia juga tidak hanya dilihat dengan ukuran empiris yang sempit melalui serangkaian formalitas ujian. Imam Al-Ghazali menukil perkataan Ibn Mas'ud RA, "Ilmu itu bukanlah banyaknya kutipan atau nukilan informasi, tapi ilmu itu adalah cahaya yang bersemayam dalam sanubari". Prestasi seorang pencari ilmu ditandai dengan meningkatnya rasa takut pada Sang Pencipta. "Barang siapa bertambah ilmunya namun tidak bertambah hidayah pada dirinya, maka ia tidak bertambah apapun kecuali hanya semakin jauh dari Allah", kata para hukama'. Dalam Islam, ilmu bukan hanya untuk ilmu, tapi ia adalah amalan yang dipersembahkan untuk Allah. Ilmu adalah salah satu bentuk ibadah hati untuk bertaqarrub kepada Allah. Menuntut ilmu bukanlah untuk tujuan kompetisi, berbangga-banggaan, pencitraan diri maupun mengumpulkan harta duniawi. Oleh karenanya,.Ukuran empiris yang sempit, seperti Ujian Nasional (UN) dalam menentukan kesuksesan seorang pelajar, tentunya membawa dampak serius bagi mereka yang "diduga" sukses maupun gagal.
 Tentunya setiap orang akan berbeda dalam menafsirkan arti dari sebuah kesuksesan hal ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, keyakinan agama, serta filosofi hidup yang dianutnya. Tapi gambaran kesuksesan diatas adalah gambaran kesuksesan secara umum. Kesuksesan tidak akan terwujud tanpa adanya kerja keras dan kemauan yang kuat. Kita tidak bisa mencapai kesuksesan dengan hanya berdiam diri dan menunggu datangnya mukjijat. Kesuksesan harus diperjuangkan dengan keringat dan air mata.
Pada umumnya ketika pertama kali berjuang kita begitu bersemangat seakan-akan tak ada yang bisa menghalangi jejak langkah kita, tapi begitu ada sedikit aral melintang kita menjadi putus asa dan berhenti berjuang sebelum mencapai apa yang kita impikan. Padahal apa yang kita raih pada saat itu adalah prestasi yang belum pernah kita raih sebelumnya. Dahulu ketika kita masih berjuang sendirian kita bisa mengalahkan musuh dengan tangan kita sendiri tetapi setelah teman-teman kita seperjuangan semakin bertambah karena termotivasi oleh diri kita, lantas kita malah putus semangat dan tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal perjuangan kita sudah semakin ringan dan tidak seberat seperti sebelumnya, karena kita saat ini dibantu oleh teman-teman seperjuangan yang siap mengorbankan segala jiwa dan raganya demi tercapainya cita-cita dan impian yang telah kita bangun bersama. Kalau kita bersabar sedikit saja kita bisa mencapai  impian kita itu.    
Dalam tulisan ini penulis mencoba mengungkapkan bagaimana caranya kita bisa membangun semangat dan semangat itu terus bertahan sampai kita dapat mencapai semua impian kita. Dalam tulisan ini juga penulis ingin memberikan tujuh resep cara mempertahankan semangat agar tetap bertahan sampai kita mencapai apa yang yang diimpikan. Tujuh resep tersebut adalah Berani Membangun Sebuah Impian, Tetap dalam rutinitas yang membesarkan anda, Membuat Inovasi Baru, Tegas dalam bertindak dan berani dalam Mengambil keputusan, Tidak Sombong Atas Keberhasilan, Selalu berdoa agar kebaikan selalu berpihak pada kita, dan  Hindari 5 hal yang dapat menurunkan semangat anda.

1.      Berani Membangun sebuah Impian
Tidak semua orang mampu membangun impian karena ada tiga tipe manusia dalam kehidupan ini.[2] Yang pertama orang yang takut membangun impian karena selalu dibayangi dengan kenyataan hidup, kepahitan, kemiskinan, kebodohan, nasib buruk dan kenyataan hidup lain yang kurang menyenangkan. Kedua orang yang suka dengan impian tapi mereka tidak merealisasikan dalam kehidupanya. Mereka hanya bisa berkhayal seandainya aku jadi orang kaya, andai aku punya rumah mewah, ada kolam renangnya, lengkap dengan perabotan rumah yang mewah, tapi setiap hari kerjanya hanya bermalas-malasan, kalau kerja selalu terlambat datang, jika ditegur atasan selalu banyak alasan. Kedua tipe manusia diatas tidak akan berubah hidupnya kalau mereka tidak mau merubah sikapnya. Tipe orang yang ketiga adalah orang yang senang dengan impian-impian yang besar dan mau memperjuangkanya dalam hidup. Mereka selalu optimis dalam hidup, dan selalu membuat rencana-rencana yang matang dalam setiap tindakan dan selalu memperhitungkan keuntungan dan resiko yang akan mereka dapatkan ketika mengambil sebuah keputusan. Kalau dilihat dari tipe tersebut kita masuk dalam tipe manusia yang mana. Kalau kita masuk dalam tipe manusia pertama dan kedua cobalah rubah sikap dan cara pandang terhadap kehidupan dan masa depan, yakinkan dalam diri kita bahwa kita bisa melakukanya. Kalau orang lain bisa kita juga pasti bisa. Jika kita masuk dalam tipe manusia ketiga bangunlah impian, rencanakan lebih matang lagi dan tetaplah dalam impian kita dan jangan berhenti sebelum kita dapat mencapai impian yang diinginkan. Jangan takut bermimpi karena tidak ada orang yang bermimpi setelah bangun harus membayar dengan uang cash tapi kita bisa membayarnya dengan cara mencicil dengan kerja keras, kucuran keringat dan air mata untuk mewujudkan segala impian kita itu.
       Dalam Buku berjiwa besar tipe manusia terbagi menjadi tiga bagian.[3] Pertama : Mereka yang menyerah secara total mereka menganggap bahwa kesuksesan hanya milik orang lain yang lebih beruntung. Kedua : Mereka yang setengah menyerah, mereka bersiap-siap, mereka bekerja, dan mereka juga membuat rencana-rencana. Akan tetapi setelah sekian lama mereka berusaha dan persaingan makin hebat maka mereka memutuskan untuk tidak ikut bersaing dan menemukan alasan-alasan. Kelompok ini banyak melingkupi orang-orang berbakat, cerdas, yang lebih suka merangkak dalam hidup daripada bangkit, berdiri dan berjalan tegak. Ketiga : Mereka yang tak kenal menyerah, tak mau di dikte oleh rasa pesimis, tak mau menyerah dengan lingkungan yang menekan, tak percaya pada “merangkak”. Sebaliknya mereka memancarkan dan di liputi oleh semangat sukses.   
       Salah satu cara untuk membangun impian adalah kepercayan atau keyakinan bahwa kita bisa mewujudkan semua mimpi yang diinginkan. Percaya dan yakinkan bahwa kita mampu melakukan itu. Karena tidak banyak orang yang mampu membangun sebuah impian. Dan tentunya tidak banyak orang yang melaksanakan impiannya itu. Tentu banyak orang-orang yang berpikiran negative disekeliling kita, dan yang paling besar biasanya  berasal dari orang-orang terdekat kita, orang tua, saudara. Anak, bahkan istri atau suami kita tercinta. Mereka berkata adalah omong kosong kamu dapat melakukan itu semua, itukan biayanya mahal, jangan nanti kamu rugi dan sebagainya. Kalau kita terpengaruh dengan ucapan dan cemooh mereka selamanya kita tidak akan berubah menjadi lebih baik dari keadaan kita sekarang. Karena kita tidak akan mencapai sukses hanya dengan berdiam diri dan berpangku tangan menunggu mukjijat datang, karena Allah SWT tidak akan dapat merubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu  yang  merubah nasibnya sendiri. Anda tidak akan bisa menjadi pemimpin hanya dengan mengharapkan menjadi pemimpin dan anda tidak akan punya rumah yang besar dengan hanya berharap saja. Dengan kepercayaan yang kuat anda dapat mencapai sukses dan mencapai semua mimpi-mimpi yang anda inginkan percaya dan yakinlah bahwa anda bisa, kalau orang lain bisa anda juga pasti  bisa.
Menurut Dr. D.J. Schwartz dalam bukunya Berpikir dan Berjiwa Besar ada beberapa proses membangun kepercayan dalam diri kita sebagai berikut.[4] Kepercayaan, sikap “saya positif-saya bisa”, akan melahirkan kekuatan, keterampilan dan energi yang diperlukan untuk melaksanakan. Apabila anda percaya “saya bisa melakukan itu“, maka berkembanglah cara untuk melakukannya.
      Banyak diantara kita yang saat ini masih menganggur dan mengharapkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan kemampuan kita. Mereka berharap pada suatu hari dapat menikmati kesuksesan seperti orang lain yang telah lebih dahulu sukses. Akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memiliki kepercayaan yang diperlukan untuk mendapatkan apa yang dicita-citakannya. Dan kita hanya mengembangkan kemampuan yang biasa dimiliki oleh orang-orang pada umumnya yang menjadi pesaing kita di bursa kerja. Dan ketika kita melamar pekerjaan banyak perusahaan melihat diri kita hanya biasa-biasa saja dan tidak memiliki keistimewaan yang luar biasa sehingga surat lamaran kita hanya dijadikan arsip lalu dibuang bila tidak diperlukan lagi, padahal ijazah yang kita ajukan hasil perjuangan yang panjang ketika kita masih kuliah.
Setelah beberapa kali melamar pekerjaan sesuai dengan bidang dan kemampuannya, tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerimanya akhirnya timbul depresi dan berakibat menurunya kepercayaan diri. Kalau hal ini dibiarkan terus menerus berlanjut akan berakibat pada suatu penyakit yang bernama penyakit “Excusitis” yaitu penyakit kegagalan dengan selalu mencari alasan-lasan mengapa mereka gagal. Saya tidak diterima kerja diperusahaan X karena Nepotismenya masih terlalu kental padahal semua itu karena dia tidak memiliki kriteria yang diinginkan perusahaan. Ketika gagal menjadi PNS mereka berkata, mereka yang lulus hanya yang berduit dan memiliki hubungan dekat dengan para pejabat. Padahal hasil ujiannya tidak memenuhi standar kelulusan, dan kenyataan dilapangan masih banyak orang yang lulus murni tanpa uang dan koneksi.
Kalau anda ingin terhindar dari penyakit Excusitis dan bahkan kita sudah terjangkit dan ingin sembuh dari penyakit tersebut. lakukanlah beberapa hal terus berjuang untuk mencapai sukses dan tumbuhkan terus keyakinan anda bahwa anda mampu. Lakukan berkali-kali jangan putus asa selama masih ada kesempatan karena keyakinan dan kepercayaan anda akan mendorong pikiran kita mendapatkan cara bagaimana melakukanya sampai anda berhasil. Karena makin sukses seseorang makin kurang ia mencari alasan-alasan (excuse).
Banyak orang orang sukses untuk mencapai kesuksesan tersebut menemui jalan yang berliku dan panjang. Tetapi mereka terus melakukan walaupun aral melintang, kepercayan diri mereka untuk sukses sangat tinggi. Cobalah anda perhatikan orang-orang yang sedang sukses. Kepercayaan diri mereka sangat tinggi, mereka yakin bahwa mereka berbobot, dan mampu. Mereka percaya dapat melakukan hal-hal yang besar, oleh sebab itu mereka melaksanakan usaha-usaha yang besar. Segala perbuatan, sikap dan cara mereka menghadapai orang-orang, karakter, pikiran-pikiranya semuanya menunjukan “inilah professional. Inilah orang penting. Dan meraka seakan-akan tidak peduli akan-hal-hal yang kecil, karena mereka selalu berpikir besar. Dan mereka berpikir banyak hal-hal besar yang harus mereka lakukan dari pada memikirkan hal-hal yang kecil dan banyak menguras tenaga. Mereka tidak pusing dengan cemoohan orang lain, dengan hinaan orang lain bahkan caci maki dan ancaman. Mereka menghadapi itu semua dengan ketenangan sambil tertawa betapa lucunya dirinya dan orang itu.
Menurut Dr. D.J.Schwartz Manusia adalah produk pikiran-pikiranya sendiri. Liputilah diri anda dengan kepercayan yang besar. Lancarkan ofensif-sukses anda dengan kepercayaan yang jujur dan serius bahwa dengan kepercayan yang jujur dan serius anda akan berhasil. Percayalah dalam kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran. Otak atau pikiran anda adalah “pabrik pikiran”. Pabrik yang bekerja keras, yang menghasilkan gagasan-gagasan yang takterbilang banyaknya setiap hari. Produksi dalam pikiran anda di temani oleh dua mandor yang satu adalah si kemenangan dan yang satunya adalah si kekalahan. Si Kemenangan memproduksi gagasan-gagasan positif yang spesialisasinya adalah menghasilkan gagasan-gagasan positif. Mandor yang satunya lagi adalah si Kekalahan, yang memproduksi gagasan-gagasan negative. Dia ahli dalam mengemukakan alasan-alasan mengapa kita tidak mampu dan lemah, mengapa kita tidak bisa. Spesialisasinya adalah memproduksi rantai gagasan-gagasan “bagaimana agar kita gagal”.
Baik si kemenangan maupun sikekalahan sangat cepat menjalankan perintah kita, apa yang kita perlukan hanyalah memberi sinyal, baik kepada si kemenangan maupun kepada si kekalahan. Sinyal itu adalah sinyal pikiran. Jika sinyal itu positif si kemenangan akan maju, lalu bekerja. Sebaliknya kalau sinyalnya negative, si kekalahan  yang akan maju ke depan.
Sebagai contoh saya akan bercerita tentang adik saya yang bernama Fitri. Pada suatu hari Fitri mengirim SMS ke Reg ketik Ramal kirim ke 9554 lalu dibalas dengan ramalan bahwa pada hari itu dia akan mengalami nasib sial, setelah itu dia merasa gelisah tak karuan, menunggu hari itu agar cepat berlalu. Pikiran negatifnya bekerja bahwa dia benar-benar akan sial pada hari itu dan ternyata benar HP nya hilang pada hari itu juga. setelah kejadian itu dia yakin bahwa ramalan itu benar. Jika seandainya pada saat itu dia mengabaikan kata-kata peramal yang dikirim lewat SMS dan pikiran positifnya bekerja tidak akan terjadi apa-apa, pasti kejadian itupun mungkin tidak terjadi. Karena selama seharian dia panik sampai lupa menyimpan HP nya entah dimana, padahal sejak tadi pagi HPnya selalu dibawa kemanapun  dia pergi, setelah itu dia baru sadar kalau HPnya sudah tidak berada ditanganya lagi dan raib entah kemana. Atau seandainya dia tidak mengirim SMS seperti itu sama sekali pasti hatinya pada saat itu merasa senang dan tidak terganggu dengan ramalan yang dapat merusak keyakinan kita pada Allah SWT.
Kenyataan di masyarakat, kita masih banyak melihat orang-orang yang telah mengaku Islampun, bahkan mereka rajin shalat, berpuasa dan beribadah yang lain, di dalam kehidupan mereka sehari-hari masih bersikap dan bertingkah laku syirik. Mereka masih mengabdi kepada “ilah” yang lain selain Allah SWT. Pengabdian sampingan itu biasanya dalam bentuk “rasa ketergantungan dengan ilah yang lain. Padahal dalam Alqur’an Allah SWT mengingatkan bahwa dosa terbesar yang tak akan di ampuni oleh Allah ialah syirik :
اِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ اَنْ يُشْرَكَ بِه وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذَالِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى اِثْمًا عَظِيْمًا. ( البقرة : 48 )
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang-orang yang mensyirikan-Nya, tapi ia akan mengampuni kesalahan lain dari siapa yang diperkenankan-Nya. Barang siapa yang mensyirikan Allah, sesungguhnya dia telah berdosa yang sangat besar.” (Q.S 4:48):
Dalam pandangan Islam penyakit yang sering bercokol dalam hati manusia adalah penyakit takut dan bimbang. Penyakit ini biasanya timbul akibat kurang yakinnya seseorang akan kemutlakan kekuasan Allah SWT. Kurang yakinnya seseorang akan kemutlakan Allah menyebabkan ia kurang pasrah dalam mewakilkan nasibnya kepada Allah. Jika ia kurang yakin akan kemutlakan kekuasaan Allah SWT. Maka kebimbangan segera timbul. Kebimbangan ini yang kemudian akan berkembang menjadi rasa takut. Segera. Rasa takut biasanya timbul terhadap perkara yang akan datang yang belum tentu akan terjadi. Misalnya pikiran yang wajar menunjukan bahwa kemungkinan terjadinya perkara itu dan akan berakibat jelek terhadap kita 50%. Biasanya dengan pengandaian yang dilebih lebihkan di bayangkan seolah-olah kemunghkinan jauh lebih besar dari 50%, maka kitapun ketakutan . padahal jika kita sadar, boleh saja kita mengandaikan sebaliknya, yaitu lebih kecil dari 50% bukankah kita tidak perlu takut. Dalam keadan tidak takut kita dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mengatasi akibat yang akan mungkin terjadi. Biasanya di bawah tekanan rasa takut orang sudah tidak dapat lagi berpikir, bahkan bagi sebagian orang bisa menjadi panic dan berhenti berpikir sama sekali.
Namun diatas semua itu, keyakinan akan seluruh sifat-sifat (attribute) allah yang mutlak pasti akan menentukan dan memelihara kemantapan hati seseorang. Bukankanh Allah telah menjamin, bahwa “tidak akan mengenai suatu kejadian akan kita, kecuali memang telah di tetapkan  Allah bagi kita”. Allah SWT berfirman :
قُلْ لَنْ يُصِيْبَنَّا اِلاَّ مَا كَتَبَ اللهُ لَنَا هُوَمَوْلاَنَا وَعَلَى اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ.
Katakanlah . ‘Takkan ada apapun yang akan menimpa kami, kecuali yang telah di tetapkan Allah; Dialah pelindung kami, maka hanya kepadanyalah si mukmin mewakilkan urusan mereka.”( Q.S 9:51)

Takut dan bimbang adalah gejala jiwa yang kurang bertauhid. Dengan perkataan lain takut dan bimbang adalah pertanda syirik. Cara mengatasi rasa takut adalah dengan tawakkal kepada Allah, artinya mewakilkan perkara yang kita takuti itu kepada Allah SWT, maka Allah akan memberikan pemecahan  masalah tersebut.
Betapapun jelek akibat yang akan terjadi pada diri kita, maka dengan tawakal kepada Allah kita akan siap menerimanya sebagai kehendak Allah, yang sedang menguji kita. Maka jika kita berhasil keluar dari peristiwa itu biasanya kita akan punya iman yang lebih tebal itulah yang dialami oleh para Nabi dan Rasul dalam meningkatkan iman dan tauhid mereka. Kita tidak akan pernah naik ke kelas yang lebih tinggi jika kita tidak mengikuti ujian. Berbagai macam ujian yang kita hadapi membuat diri kita lebih baik, lebih kuat, dan lebih bijaksana dalam menghadapi hidup ini.
Mulai dari sekarang kita harus berani melakasanakan semua impian-impian  yang positif, hindari rasa takut dengan tetap bertawakal kepada Allah, teruslah berjuang untuk mencapai cita-cita yang kita impikan.

2. Tetap dalam rutinitas yang membesarkan anda
Banyak diantara kita yang melakukan rutinitas tapi tidak membesarkan diri kita menjadi lebih baik, lebih berkualitas, lebih kaya, dan lebih bijak dalam menghadapi hidup. Kita terus bertahan dengan rutinitas tersebut hinggga sampai pada titik jenuh dan frustasi lalu menyalahkan diri sendiri dan orang lain. Sampai dirumah kepala pusing, pikiran tak karuan, rasanya ingin marah-marah, istri dan anak jadi sasaran dan bahkan  melahirkan masalah baru yang lebih besar sampai pada keretakan rumah tangga.
Kalau rutinitas yang anda jalankan tidak bisa membesarkan anda apalagi orang lain dan orang-orang yang anda cintai, coba anda analisa dimana letak kesalahan tersebut. Kalau kesalahan itu berasal dari diri anda coba rubah sikap anda jadilah pribadi yang pandai menghargai orang lain dan bisa memotivasi orang-orang disekitar anda ucapkan salam atau selamat pagi pada setiap orang yang anda temui, tebarlah senyum setulus hati dan tanpa pamrih, hingga orang lain menganggap anda aneh. Akan tetapi kalau kesalahan itu berasal dari organisasi anda coba rubah lingkungan anda dan perubahan itu dimulai dari diri anda sendiri tapi bila lingkungan anda tidak mau berubah bersikaplah tegas cari lingkungan yang lebih baik yang dapat menerima orang-orang yang memiliki jiwa besar seperti anda. Hal ini pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika orang-orang Mekkah memusuhiNya, beliau hijrah ke Madinah disana beliau menemukan orang-orang yang satu visi, satu misi  dan pemikiran. Kalau anda ingin merubah hidup rubahlah dari sekarang jadikan diri kita lebih berkualitas sehingga orang lain akan bergantung pada kita, mereka akan merasa kehilangan jika kita tidak berada di sekitar mereka dan kita pantas dibayar mahal.
Buatlah lingkungan yang baik, pengaruhi orang-orang disekitar kita agar kehidupanya lebih baik lagi. Berbuatlah banyak buat orang lain niscaya orang lain akan berbuat banyak buat diri kita. Jangan takut miskin ketika kita banyak berbagi dengan orang lain, karena Allah SWT Maha Kaya tidak akan habis kekayaan Allah SWT walaupun semua orang dikayakannya. Apabila kita sudah berubah lebih baik akan tetapi lingkungan kita tidak mau berubah baik. Teruskan rutinitas kita untuk berbuat baik karena siapapun orang nya pasti senang dengan orang yang baik. Penjahat sekaliber dunia pun akan menyerahkan manajemen keuanganya kepada orang yang baik. Mereka tidak rela Perusahannya hancur karena dikelola oleh orang-orang seperti dirinya.
Hadapi orang yang mencemooh kita dengan senyuman persahabatan. Sampai mereka berkata : Anda sudah gila ya! saya hina kok malah senyum, saya ludahi malah terima kasih, aneh memang. Nabi Muhamad SAW pernah dihina oleh seorang Kafir Kurais warga Mekah bahkan diludahi setiap kali Nabi Muhammad SAW lewat. Tapi beberapa hari kemudian Nabi Muhammad tidak melihat orang yang biasa meludahinya, lalu beliau bertanya pada seorang sahabat kemana si Fulan. Sahabat menjawab Si fulan sakit. Lalu Nabi menjenguk orang tersebut. Betapa malunya orang itu ketika mengetahui nabi menjenguknya padahal banyak teman-teman dekatnya belum sempat menjenguk. Lalu orang tersebut berkata Hai Muhammad apakah engkau akan membalas olok-olokku atau mau meludahiku. Lalu Nabi menjawab tidak aku ingin melihat kedaanmu karena aku rindu dengan olok-olok dan caci makimu. Lalu orang itu menangis dan merangkul Nabi Muhammad dan meminta maaf atas perbuatanya sewaktu dia sehat. Sekalipun Nabi Muhammad SAW dihina dicaci maki bahkan dianiyaya oleh Kaum Thoif sampai di lempari batu sampai berdarah-darah. Penganiyaan orang-orang Thoif tersebut  malah dibalas dengan doa agar mereka kembali ke jalan Allah dan berkat doa beliau sampai sekarang dari kota itu lahir para ulama-ulama besar. Walaupun banyak rintangan Rasulullah SAW terus  berjuang untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT sehingga Islam sekarang dianut oleh sebagian besar penduduk di muka Bumi ini.
Kalau anda seorang Salesman, walaupun setiap hari banyak ditolak pelanggan selama anda yakin dengan apa yang anda kerjakan akan membesarkan anda dan orang lain, teruslah berjuang karena boleh jadi rijki yang anda dapatkan hasil dari membesarkan orang lain. Jangan takut akan ada pesaing baru karena orang yang anda besarkan lebih sukses dari anda dan  anda seharusnya bangga kalau orang yang kita bina bisa besar karena anda dan bahkan jauh melebihi anda. Yakinlah rijki dari Allah SWT tidak akan tertukar karena setiap orang sudah memiliki rijkinya masing-masing, tugas kita didunia hanya menjemput rijki itu dari manapun asalnya.
Kalau anda ingin sukses jauhi prasangka buruk terhadap siapapun. Saya punya cerita menarik ketika awal kami memulai usaha bisnis minuman kemasan. Beberapa kali rumah kami di hadiahi kotoran manusia entah siapa yang melakukannya. Pagi-pagi sekali tetangga saya memberitahukan bahwa dibelakang rumah kami pas ditembok rumah, ada orang yang membuang kotoran manusia. Lalu sebagian kotoran di usapkan ke pintu belakang rumah. Pada saat itu saya hanya tersenyum dan menganggap itu bukan hal yang perlu di besar-besarkan dan saya berpikir positif kalau semua itu perbuatan orang gila. Sang tetangga berupaya meyakinkan saya bahwa semua itu biasanya perbuatan orang yang hasud (iri hati) dan ingin menjatuhkan usaha kita. Lalu saya menjawab apa yang perlu dibuat iri dari saya rumah saja masih belum jadi, usaha baru mulai dan hidup saya pun tidak berlebih, sudahlah pak kita serahkan saja semuanya pada Allah, lalu saya mengabaikan kejadian tersebut. Beberapa minggu kemudian sepulang dari mushola selesai shalat subuh  saya menemukan kotoran manusia tepat di depan jendela depan rumah kami. Sekali lagi saya berprasangka baik mungkin ini perbuatan orang gila lalu saya membersihkan kotoran tersebut dan mengabaikan kejadian tersebut seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Dan Alhamdulillah sampai hari ini saya dan keluarga masih sehat wal’afiat dan kami tidak pernah menemukan orang buang kotoran dirumah kami lagi.
Kalau seandainya saya menuruti nasihat tetangga yang menyarankan agar saya pergi ke tempat dukun dan menanyakan mengapa kotoran tersebut sampai berada dirumah kami, pasti sang dukun akan menuduh orang lain sebagai orang yang ingin berbuat tidak baik pada keluarga kami. Kalau kami turuti permasalahan tersebut tidak akan pernah berakhir dan waktu kami habis hanya untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting seperti itu, padahal masih banyak hal-hal penting yang harus kita lakukan. Dalam prinsif hidup kami, kami selalu menyerahkan hidup dan mati kami hanya pada Tuhan yang Maha Esa Allah SWT. La hawla wala kuwwata illa billahil aliyil adzim.
Anda pernah melihat acara Uka-uka (Penampakan) di TPI beberapa orang Indonesia yang ikut acara tersebut berakhir dengan kerasukan dan bertemu dengan mahluk aneh, yang disebut dengan Setan, Gandaruo, Kuntilanak, Pocong dan sebagainya tetapi beberapa orang barat yang ikut acara tersebut ditempat yang keramat dan dianggap Anker oleh sebagian masyarakat tidak pernah menemukan apa-apa. Apa penyebabnya karena mereka tidak yakin dengan mahluk-mahluk menyeramkan yang ada di tempat tersebut sehingga dengan keyakinannya itu tidak terbayangkan sesosok mahluk seram apa pun. Sehingga tidak akan terjadi apa-apa.
Kejadian-kejadian tersebut mengajarkan pada kita untuk selalu menjauhi sifat atau prasangka yang buruk terhadap sesuatu, berprasangka baiklah terhadap sesuatu niscaya apa yang anda dapatkan adalah sesuatu yang baik karena Allah SWT Berfirman dalam sebuah hadis Qudsi : “Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT  berfirman, Aku senantiasa dalam persangkaan hamba-ku kepadaku. Aku senantiasa bersamanya selagi dia mengingat-ku, jika dia mengingat-ku pada dirinya, aku mengingatnya pada diriku, jika dia mengingatku ditengah-tengah kelompok, aku mengingatnya di tengah-tengah kelompok yang kebih baik dari mereka (Hadis Qudsi, HR Muttafaq’alaih).”
Setelah kita berprasangka baik kita harus tetap dalam rutinitas kita dan yakinlah kita akan besar dengan rutinitas tersebut niscaya Allah SWT akan memberikan jalan buat kita menuju cita-cita yang kita inginkan. Allah SWT Berfirman :
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَمُوْا فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَهُمْ يَحْزَنُوْنَ.
اُولئِكَ اَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِيْنَ فِيْهَا جَزَاء ٌبِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan :”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka tetap istiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni syurga mereka kekal di dalamnya ; sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan (Q.S Al-Ahqaaf :13-14)

Dalam Hadis yang di riwayatkan oleh Muslim Rasulullah SAW bersabda
وَعَنْ اَبِى عَمْرٍو : وَقِيْلَ اَبِى عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ : قُلْ لِى فِى اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ اَسْأَلُ عَنْهُ اَحَدًا غًيْرَكَ قَالَ : قُلْ امَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ ( رواه مسلم )
Dari Abu ‘Amr, ada yang mengatakan abi, Amrah sufyan bin Abdullah Ra, Ia berkata :”Saya berkata kepada Rasulullah : “Wahai rasulullah ajarkanlah kepada saya suatu ucapan yang mengandung ajaran Islam dan saya tidak akan bisa menanyakan kepada orang lain selain engkau! Beliau menjawab: Katakanlah, saya beriman kepada Allah, kemudian teguhlah kamu pada pendirian itu.” (HR Muslim)

3.      Membuat Inovasi Baru
Kadang kita merasa si A lebih enak dari kita, kehidupannya lebih berhasil, kaya raya banyak harta, dan yang ada dihati kita hanya iri hati dan dengki. Sehingga tema pembicaraan yang selalu hangat hanya membicarakan orang itu saja. Dimanapun kita berada, tema apa yang kita bicarakan akhirnya larinya ke pembicaraan semula yakni membicarakan si kaya raya itu. Tanpa bisa kita pungkiri bahwa dirinya memiliki keistimewaan dihati kita, walaupun yang keluar dari pembicaraan kita hanya kejelekanya saja kata-kata tersebut keluar lebih karena perasan iri hati dan dengki saja. Pada dasarnya kita mengakui bahwa dirinya lebih baik dan lebih hebat dari kita. Dan dari rasa iri hati ini justru akan menimbulkan ghibah (membicarakan kejelekan orang lain walaupun semua itu memang sesuai dengan fakta) padahal setiap manusia paling tidak suka kalau kejelekanya diungkapkan termasuk juga dirinya terlebih-lebih fitnah (tuduhan yang tidak terbukti). Sampai ada ungkapan bahwa pitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.
Penyakit Hasad atau dengki tumbuh di hati seseorang apabila ia tidak senang dengan keberhasilan orang lain. Sikap ini biasanya di dahului oleh sikap yang menganggap diri paling hebat dan paling berhak mendapatkan segala yang terbaik, sehingga jika melihat orang lain yang kebetulan lebih beruntung, maka ia merasa di saingi, jadi pada dasarnya hasad ini juga berasal dari sikap membesarkan diri (kibir) diri atau sombong.
Banyak diantara Kita hanya melihatnya pada saat ini ketika seseorang telah sukses, tapi kita malah melupakan sejarah yang melatar-belakangi mengapa dia menjadi sangat sukses seperti sekarang ini. Tentunya kesuksesanya pada saat ini sebenarnya adalah buah dari hasil perjuangan, ketabahan serta kesabaran selama meniti karirnya. Mengapa kita tidak mau meniru latar belakangnya sehingga kita dapat mengikuti suksesnya itu. Tentunya ketika kita meniru si sukses perlu adanya inovasi-inovasi baru sesuai dengan keadaan kita, modal yang kita punya, serta usaha apa yang kita jalani. Seandainya usaha yang kita jalani sejenis dengan orang sukses tersebut pasti ada perbedaan karena berbeda waktu serta keadaan dengan ketika orang sukses itu meniti karir. Disitulah perlu adanya variasi-variasi baru sehingga dapat menghasilkan suatu yang baru dan berbeda dengan produk yang dibuat oleh si sukses tadi. Bisa jadi produk yang kita hasilkan akan lebih baik dari produk si sukses sehingga kita dapat bersaing secara sehat dengan produknya si sukses dan pada suatu saat kita juga dapat sukses seperti dirinya.
Seandainya si sukses tadi tidak mau membuat inovasi-inovasi baru diapun akan jatuh karena tersaing oleh produk baru yang lebih inovatif. Sebagai contoh Mang Udin Cimpaeun terkenal dengan pengusaha Penyewaan tenda yang sukses pada era sepuluh tahun yang lalu, tapi sekarang ini usahanya bangkrut karena tak ada lagi orang yang mau menyewa tendanya. Hal tersebut di karenakan  tendanya sudah usang dan tidak sesuai dengan permintaan pasar modern seperti sekarang ini. Lain halnya dengan H. Amin Cilodong usaha tendanya yang dirintis sejak tahun delapan puluhan tetap laris sampai sekarang dan banyak dipesan konsumen. Dari mulai kalangan bawah sampai kalangan menengah keatas, dari mulai tenda kelas lapangan, sampai kelas gedung Pertemuan. Karena beliau selalu membuat inovasi-inovasi baru, ketika orang ramai membuat hiasan dengan kembang plastic beliau mengikutinya dan ketika orang kembali kealam dengan hiasan-hiasan dari pohon hidup beliaupun membuat inovasi-inovasi baru dengan berbagai hiasa dari pohon hidup.
 Pada saat jaman berubah pola pikir masyarakat berubah seharusnya perlu diikuti oleh perubahan-perubahan produk yang diperlukan oleh pasar sehingga kita dapat memenuhi permintaan pasar, tentunya kita juga perlu menjaga pelanggan agar tetap mau menggunakan produk kita. Beberapa tahun yang lalau saya menjalani usaha suplayer minuman kemasan bersama istri, usaha kami terus berkembang karena kami membuat beberapa inovasi-inovasi dalam melayani pelanggan. Pada awal memulai usaha ini saya bersama istri mengadakan survey ke beberapa toko, dari hasil pengamatan kami para suplayer lain melayani pelanggan dengan harga cash tidak di hutangkan, alasan mereka agar cash flow berjalan lancar. Tapi permintaan pelanggan untuk diberikan tempo waktu cukup besar mereka tidak terlalu mempedulikan harga yang penting sesuai dengan harga pasar. Akhirnya kami sepakat dengan istri untuk memberikan tempo waktu pembayaran tiga hari dari waktu pengiriman. Alhamdulillah dalam waktu satu bulan kami sudah memiliki pelanggan seratus toko yang mau berlangganan dengan kami.       
Kalau kita hanya bisa bicara dan berdiam diri dalam kedengkian dan iri hati lama-lama kita bisa lebih cepat mati, karena penyakit iri dan dengki yang kita buat sendiri menjadi penyakit yang lebih kronis. Manfaatkan waktu luang untuk berpikir positif tentang apapun sehingga pikiran kita yang jernih akan melahirkan ide-ide kreatif sehingga kita dapat menciptakan inovasi-inovasi baru sesuai minat serta bakat yang kita miliki. Bukan hanya dalam bidang bisnis, dalam membina hubungan hidup berumah tangga pun perlu ada inovasi dan variasi-variasi baru sehingga hubungan rumah tanga kita semakin baik dan harmonis, buat suasana rumah yang menyenangkan sehingga  penghuni yang ada dirumah tersebut tidak bosan dengan suasana yang itu-itu saja. Sempatkan waktu untuk berwisata seminggu sekali kalau tidak sempat sebulan sekali bersama seluruh keluarga termasuk mengajak seluruh anak kita. Karena rutinitas yang kita lakukan sehari-hari tanpa adanya inovasi dan variasai baru akan mendatangkan kebosanan dalam hidup.

4.      Tegas dalam bertindak dan berani dalam Mengambil keputusan
Ketegasan dalam bertindak dan berani mengambil keputusan merupakan kunci sukses dalam hidup. Tanpa ketegasan dan keberanian dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kekacauan dalam kehidupan ini. Seorang pemimpin yang tidak tegas dalam menegakan hukum akan berakibat pada kekacauan pemerintahan yang dipimpinya, seorang suami yang tidak tegas terhadap istrinya yang boros dalam membelanjakan uang akan berakibat patal pada ekonomi keluarga dan bisa berakibat pada keretakan rumah tangga mereka. Seorang bapak yang tidak tegas terhadap prilaku anaknya yang menyimpang akan berakibat kerusakan yang lebih parah terhadap si anak Sebagai contoh sekitar awal tahun 2008 masyarakat Indonesia dikejutkan oleh sebuah peristiwa pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seorang pengidap penyakit homo seksual yang bernama Rian. Sebelas nyawa hilang ditanganya. Dan kejadian tersebut sebagian besar terjadi di rumah orang tuanya sendiri, dan sekaligus menjadi kuburan bagi korban-korban Rian. Setelah diadakan investigasi yang melatar belakangi kejadian tersebut, semua itu terjadi akibat pola asuh yang salah dan pembiaran orang tua terhadap prilaku anaknya yang menyimpang. Kalau senadainya orang tua Rian pada saat itu tanggap terhadap perilaku anaknya yang menyimpang dan mengadakan konsultasi dengan psikiater, mungkin kejadian tersebut tidak pernah terjadi. Karena kurang tegas dalam bertindak dalam mengambil keputusan berakibat pada penyakit yang lebih kronis. Bukan hanya merugikan dirinya dan keluarganya tapi orang-orang di sekelilingnya juga menjadi korban.
Mengapa sebagian dari kita banyak yang kurang tegas dalam bertindak, karena kita tidak memeperoleh kecakapan tersebut melalui pengalaman dan praktek. Dalam kehidupan ini sebagian dari kita hidup dalam kedaaan yang sama dari tahun ke tahun, kalau lima tahun yang lalu kita masih menjadi bawahan dan sampai hari ini kita bekerja hanya menjadi bawahan coba kita instroveksi diri kita, mungkin ada yang salah dalam tindakan kita. Kalau sampai hari ini kita bekerja pada pekerjaan yang itu–itu saja dan selama bertahun-tahun kita tidak mendapatkan promosi, jangan anda menyalahkan orang lain coba lihat keputusan yang anda ambil.
Sebagai contoh saya dapat ilustrasikan dengan pengalaman saya. Beberapa tahun yang lalu ketika saya baru mendapatkan kucuran pinjaman dari bank BRI sebanyak dua puluh juta rupiah, saya berniat ingin memulai usaha baru, berbagai jenis usaha saya coba pelajari. Sampai bertemu dengan Idham Kholid seorang teman lama ketika sama-sama merintis usaha Wartel. Setelah usaha Wartel kami bengkrut kami berdua sama-sama mengajukan dana ke bank BRI untuk digunakan usaha baru. Kami sepakat untuk mencoba mencari usaha yang prospek pada saat itu. Akhirnya Idham menemukan usaha Rental mobil, dan pada saat itu saya belum menemukan usaha yang cocok buat kami jalani sedangkan dana pinjaman sudah turun dan harus segera di putar. Kami mencoba berdiskusi tentang usaha rental mobil yang baru dijalani oleh sahabat saya itu. Pada akhir pembicaran saya tertarik dengan usaha tersebut dan mencoba mengikuti jejak kawan kami tadi. Begitu sampai di rumah saya mencoba berdiskusi dengan istri tentang prospek usaha rental mobil. Tapi pada saat itu istri saya kurang setuju karena kita tidak punya back up dana untuk menganggulangi setoran ke dealer. Dan yang membedakan keadaan kami dengan Idham pada saat itu adalah apapun keputusan yang diambil oleh dia selalu di dukung oleh istri dan seluruh keluarganya dan bahkan selama empat bulan pertama untuk back up dana setor ke dealer di Bantu oleh saudara-saudaranya, walaupun dengan sistem pinjam. Karena bingung mau diapakan uang tersebut akhirnya kami sepakat membeli sebuah mobil bekas tahun delapan puluhan.
Hari demi hari berjalan biaya operasional mobil kami semakin besar, setelah berjalan selama enam bulan akhirnya kami menjual mobil kami dan sebagian uang kami bayarkan angsuran bank dan selama setahun kami harus mencicil sisa cicilan bank padahal uang yang kami terima sudah tidak berbentuk apa-apa. Setelah dua tahun berjalan kami bertemu lagi dengan idham kholid ternyata usaha rental mobilnya berkembang pesat, dan pada saat itu dia telah mempunyai lima armada mobil dan beliau telah membeli lima ratus meter tanah.
 Akibat kesalahan dalam bertindak dan mengambil keputusan saya harus berhutang dengan bank dan tanah seluas enam puluh meter terjual untuk membayar sisa angsuran bank. Kalau sendainya pada saat itu saya berkata tidak untuk membeli mobil bekas dan berkata ya untuk memulai bisnis rental mobil atau usaha lain yang lebih menguntungkan atau tidak sama sekali meminjam pada bank mungkin kerugian kami tidak sebesar ini. Biarlah semua itu menjadi pelajaran berharga buat kami, kami yakin pada suatu saat nanti akan mendapatkan giliran sukses seperti teman kami Idham.
Setelah berjalan selama dua tahun dengan belajar dari pengalaman sebelumnya kami memutuskan untuk konsentrasi di dunia pendidikan dan kebetulan pada saat itu saya mendapat Amanah menjadi kepala sekolah di sebuah SMA Swasta.  Sambil menjalankan tugas di Yayasan orang lain, kami mulai merintis lembaga pendidikan sendiri di bawah Yayasan Maqoma Mahmudah. Dari hasil membangun dunia pendidikan, kami saat ini telah memiliki sebuah lembaga pendidikan yang kami kelola bersama dengan istri dan teman-teman satu profesi.
Dari pengalaman ini saya dapat diambil suatu kesimpulan, berkat ketegasan dalam mengambil keputusan kami telah merasakan manfatnya bukan hanya buat kami tapi juga untuk orang-orang di sekitar kami. Kami tidak menyesal karena telah beberapa kali berbuat kesalahan dan kami ingat pesan Pak Mario teguh “banyak-banyaklah berbuat kesalahan sejak awal”. Bob Sadino juga berkata : kalau mau sukses dan berhasil, cari kegagalan, cari kekecewaan, cari air mata itu. Success is only a small dot on the top a mountain of failures. Kami bersyukur keputusan yang telah kami ambil lewat musyawarah dengan istri sekarang membuahkan hasil yang baik, baik untuk saya, baik untuk istri juga baik untuk anak-anak dan lingkungan sekitar rumah kami.     

5.      Tidak Sombong Atas Keberhasilan
Banyak orang besar yang jatuh karirnya karena kesombongannya. Pada awalnya ketika seseorang belum menjadi apa-apa biasanya memiliki sikap yang baik dan bijaksana akan tetapi ketika seseorang sudah mendapatkan kedudukan dan mencapai semua yang diinginkan suka lupa diri sehingga kesombongannya justru dapat meruntuhkan karir yang selama ini dengan susah payah mereka perjuangkan.
Saya banyak bertemu dengan orang-orang yang merasa kecewa dengan kesombongan seseorang yang telah berhasil mencapai kesuksesanya. Dalam Bisnis MLM banyak para leader yang jatuh dan hancur jaringanya karena termakan oleh ucapanya sendiri. Termakan oleh janji-janjinya yang palsu dan iming-iming kesuksesan yang instant. Lalu setelah bergabung para leader mendokrinya dengan kesombongan dan pamer keberhasilan dan harta yang telah mereka dapatkan. Pada awalnya mereka percaya lalu menginfestasikan modalnya ke bisnis jaringan tersebut. Begitu mereka telah berinfestasi lalu ditinggalkan begitu saja karena dianggap sudah tidak menguntungkan dirinya. Dengan sombongnya mereka berkata anda tidak sukses karena anda tidur terlalu lama harusnya tugas leader adalah membangunkan para mitranya agar tidak tidur terlalalu panjang.
Beberapa kendala mengapa jaringan mereka hancur salah satu penyebabnya adalah, mereka merasa para down line (orang-orang yang masuk dibawah jaringannya) bukan sebagai mitra tapi sebagai bawahan. Sehingga mereka tidak bisa menjaga perasaan si down line dan menyebabkan para down line tidak aktif. Saya pernah ikut sebuah MLM yang bagus produknya berkualitas dan sistem jaringan yang baik. Pada bulan pertama saya bisa mendapatkan omset dari bonus yang menurut ukuran kami besar satu juta lima ratus rupiah. Pada saat omset kami mulai naik sang leader yang selama ini membimbing kami bersikap sombong dan terlalu memaksa kami untuk bekerja lebih giat lagi sehingga banyak diantara jaringan saya yang harus meninggalkan pekerjaan pokoknya. Dan ada sebagian yang berhenti dari pekerjaannya, karena selalu disinggung kalau kita masuk MLM kemudian masih mengerjakan pekerjaan yang lain diri kita ibarat gajah sirkus yang masih terikat kakinya. Padahal posisi mereka di MLM kurang masih belum aman sehingga biaya operasional yang harus dikeluarkan melebihi bonus yang di terima setiap bulan.
Semakin lama semakin banyak orang yang kecewa dengan sikap sombong sang leader. Pada bulan keempat jaringan kami tak lagi menghasilkan omset yang diharapkan dan satu persatu mitra kami banyak yang tidak aktif dan pada bulan kelima tidak ada omset yang masuk sama sekali. Dan dengan prilaku kesombongan leader tersebut menambah deret kekecewaan orang pada bisnis MLM padahal kalau dijalankan dengan prilaku saling menghargai dan percaya satu sama lain dan saling membantu bisnis MLM ini menjanjikan masa depan yang baik. Sebagai contoh dalam bisnis MLM dan perusahan yang sama banyak leader yang sampai saat ini tetap bertahan dengan omset ratusan juta perbulan seperti Muhammad Yusuf dan Ust.Joko. Saya tahu persis pribadi beliau yang santun dan pandai menghargai orang lain dan tidak pernah mengecewakan para mitranya. Ketika saya bertanya bagaimana cara menjalankan bisnis ini beliau menjawab dengan penuh bijaksana lakukanlah dengan semangat sesuaikan dengan kemampuan kita dan jangan memaksakan diri sehingga menyusahkan diri kita sendiri. Dan jawabanya ada pada masing-masing individu karena berapa kekuatanya hanya masing-masing individu yang tahu. Lain halnya ketika saya bertanya pada leader yang sombong beliau akan  menjawab seperti ini :” coba anda lihat saya setahun saja saya jalankan usaha ini sudah bisa menikmati kekayaan seperti ini, kalau bisa tinggalkan pekerjaan anda, pinjam ke bank atau jual tanah anda bila tak punya modal karena usaha itu perlu modal yang berbentuk uang. Padahal menurut pengetahuan yang saya ketahui modal itu tidak hanya berbentuk uang tapi bisa pengetahuan, bisa juga tenaga dan bisa juga kepercayan. Sehingga banyak mitra kami yang harus mengeluarkan uang jutan rupiah hanya untuk mendapatkan bonus yang hanya ratusan ribu rupiah.
Beberapa bulan kemudian setelah jaringan dan mitra saya hancur beberapa jaringan rekanan saya yang berada di bawah jaringan sang leader tersebut mulai tumbang satu persatu, kendaraan pribadi yang menjadi bonus dengan sistem kredit mulai tidak terbayar dan terancam di tarik oleh leasing. Dan bahkan ada beberapa mitra yang sudah di tarik kendaran pribadinya. Dan sang leader ini pun berupaya memperbaiki jaringannya kembali dan bagi mitra yang sudah terlanjur kecewa, hanya jawaban “ Anda sudah terlambat mengapa tidak dari dahulu” hanya ucapan itu yang di dapatkan dari muka-muka mereka yang kecewa.
Apabila kita mendapatkan sesuatu yang merupakan anugerah dari Tuhan misalnya berupa kemenangan, dan dalam hal apa pun. Kita tidak boleh sombong, bahwa sesuatu itu “diperoleh karena saya”. Di dalam Alquran Allah SWT menjelaskan tentang kelemahan-kelemahan manusia seperti Firmannya :
اِنَّ اْلإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا ( 19 ) اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا ( 20 ) وَاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا (21 ).
“Sesungguhnya proses terjadinya manusia (membuatnya) tak stabil. Bila mendapat kegagalan lekas berputus asa. Bila mendapat kemenangan cepat menepuk dada (Q.S 70 :19-21)
Dari ayat tersebut sangat jelas sifat manusia sesungguhnya seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut yaitu bila mendapat kegagalan dia berputus asa dan jika mendapat kemenangan dia menepuk dada. Maka dari itu Rasulallah SAW memberikan peringatan terhadap umatnya agar selalu menghindari kedua sifat tersebut dalam hadis yang di riwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi Beliau bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِه مِثْقَالَ مِنْ كِبْرٍ.
“Tidak akan masuk surga seseorang yang punya penyakit kibir (sombong) walaupun sebesar zarah.” (HR Muslim dan Tirmidzi)
Dalam ajaran Islam Allah SWT menyuruh kita ketika mendapatkan kenikmatan harus semakin menundukan diri di hadapanNYA, dan memperbanyak Istigfar (Permohonan ampun), agar dalam hati kita tidak terdapat sikap sombong. Nabi besar Muhammad SAW mencontohkan pada dunia ketika baru pertama kali menaklukan Kota Mekah, sebuah kota yang besar tidak diwarnai dengan pertumpahan darah. Coba kita bandingkan dengan penaklukan kota lain dalam sejarah seperti yang dilakukan oleh Israel selalu disertai dengan pertumpahan darah dan berjatuhanya korban. Akan tetapi peristiwa penaklukan kota Makkah, merupakan sebuah kemenangan yang sangat indah tanpa ada pertumpahan darah sama sekali. Inilah sebuah kemenangan yang besar dan gemilang. Dan sikap yang ditunjukan oleh rasulullah dan pengikutnya pada saat itu adalah mengembalikan semuanya pada sang pencipta, bertasbih, memuji-Nya dan memohon ampun pada-Nya. Dan dalam diri mereka tidak ada sedikitpun sikap sombong dan bangga atas keberhasilanya menaklukan kota Makkah.

6.      Selalu berdoa agar kebaikan selalu berpihak pada kita
Orang yang sombong adalah orang yang tidak mau berdoa dan meminta pada sang pencipta Allah SWT padahal Beliau selalu memerintahkan pada hambanya untuk meminta apapun yang mereka inginkan. Seperti dalam Firmannya:
اُدْعُوْنِى اَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah padaku niscaya akan aku kabulkan do’a-mu”.
Dalam konteks Islam doa dapat merubah takdir (nasib baik atau buruk) seseorang. Dan selain itu juga kita dilarang berdoa untuk ketidakbaikan rasulullah SAW bersabda:
وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تَدْعُوْا عَلى اَنْفُسِكُمْ وَلاَ تَدْعُوْا عَلى اَمْوَالِكُمْ لاَ تُوَافِقُوْا مِنَ اللهِ سَاعَةً يَسْأَلُ فِيْهَا عَطَاءً فَيَسْتَجِيْبُ لَكُمْ. ( رواه مسلم )
“Djabir r.a berkata Rasulullah SAW bersabda : jangan suka berdoa yang tidak baik terhadap dirimu sendiri atau anak-anakmu atau harta milikmu, jangan sampai kamu bertepatan pada saat di mana Allah menerima do’a, maka di mustajabkan doa itu bagi kamu (HR Muslim). 
Dalam berdoa Rasulullah SAW menjelaskan beberapa perkara: beliau menerangkan bahwa setiap doa-doa yang di munajatkan oleh setiap hambanya akan di kabulkan oleh Allah SWT kecuali orang yang memutus silaturahmi dan orang yang berputus asa karena doanya selama ini belum di kabulkan lalu berkata: “Saya telah berdoa dan berdoa tetapi tidak juga di terima, kemudian orang itu menyesal dan tidak berdoa lagi.

Didalam berdoa juga terdapat waktu-waktu yang mustajab Rasulullah Saw bersabda:
وَعَنْ اَبِى اُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قِيْلَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَيُّ دُعَاءٍ اَسْمَعُ قَالَ : جَوْفُ اللَّيْلِ اْلاخِرِ وَدُبُرِالصَّلوَاتِ الْمَكْتُوْبَاتِ  ( رواه الترمذى )
Abu Umamah r.a berkata : Rasulullah SAW ditanya : Doa waktu apakah yang lebih di dengar oleh Tuhan (lebih mustajab) jawab nabi: Di tengah malam dan sesudah sembahyang Fardu (shalat lima waktu). (HR Tirmidzy)
Telah begitu jelas di dalam keterangan hadis tersebut  bahwa tiada doa seorang hamba yang tertolak, hanya penerimaanya terbagi menjadi tiga : di beri kontan atau di gunakan untuk menghindari bala bencana, tau di tunda pemberiannya hingga di akhirat kelak, semua itu menurut kebijaksanaan Allah SWT yang Maha Belas Kasih kepada hamba-hambanya.

7. Hindari 5 hal yang dapat menurunkan semangat anda
Untuk dapat mempertahankan semangat kita agar tetap langgeng seperti sedia kala. Perlu diperhatikan dan dihindari beberapa hal yang dapat menurunkan semangat kiat diantaranya : kebosanan dapat menurunkan semangat,  kurang sabar dan berhenti melakukan sebelum berhasil, Kurang menghargai waktu dan selalu menunda pekerjaan, Kurang menghargai orang lain dan tidak bisa memotivasi, Merasa tidak mampu.


7.1. Kebosanan dapat menurunkan semangat
Rutinitas yang kita lakukan sehari-hari tanpa adanya hal-hal yang baru akan menimbulkan kebosanan. Rutinitas yang dapat menimbulkan rasa bosan dalam sebuah organisasi  jika dibiarkan berlanjut akan tumbuh menjadi kebencian dan penghindaran terhadap pekerjaan. Variasi-variasi baru dalam melakukan, cara-cara melakukan dan alas an untuk mengerjakan dapat membangun semangat kita kembali dan membuat semangat baru. Pastikan bahwa kita dapat mentransformasikan semua pekerjaan diorganisasi yang akan kita bangun menjadi sebuah proyek yang jelas dengan memperhatikan empat hal yang harus dikerjakan, yaitu : Apa hasil yang akan dicapai, siapa yang bertanggung-hasil, dan kapan harus selesai.

7.2 Kurang sabar dan berhenti melakukan sebelum berhasil
Setiap manusia jika ingin sukses harus memiliki sifat sabar dalam dirinya, tanpa adanya sikap sabar apapun yang akan kita kerjakan berapa biaya yang kita keluarkan dan sebaik apa rencana kita tidak akan berhasil dengan baik. Mengapa banyak orang yang gagal dalam hidup dan berujung defresi, selain kurang sabar mereka berhenti sebelum mencapai impiannya. Setiap manusia memiliki impian dalam hidup, memiliki cita-cita dan keinginan, karena dorongan yang kuat dan keyakinan dalam diri setiap hari kita berusaha dan berdoa dengan penuh kesabaran dan harapan walaupun lama, penuh dengan cobaan dan pengorbanan. Allah SWT berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْئٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِالصَّابِرِيْنَ.
“Dan sungguh kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”(Q.S 2 : 155)
Tetaplah bertahan dalam kesabaran yakinlah Allah SWT akan mengabulkan segala harapan-harapan kita karena Allah SWT tak pernah tidur dan selalu mendengar doa dari hamba-hambanya yang sabar. 


7.3 Kurang menghargai waktu dan selalu menunda pekerjaan
Salah satu sifat buruk manusia adalah malas dan suka menunda-nunda waktu untuk melakukan pekerjaan. Seseorang yang memiliki proyek besar dalam usahanya karena memiliki sifat malas dan selalu menunda-nunda pekerjaan akan terlambat dalam menyelesaikan pesanan yang berakibat terlambatnya pengiriman dan melebihi batas waktu yang telah di sepakati. Kalau sifat malasnya tidak segera di hilangkan akan berakibat patal pada kepercayaan pelanggan yang akan berakibat pada kebangkrutan perusahannya. Seorang pekerja yang malas dan sering terlambat datang ke tempat kerja akan terancam di PHK dari perusahaan tempatnya bekerja.
Dalam ajaran Islam menunda-nunda waktu sangat dilarang, hal ini tertuang dalam perintah mengerjakan shalat lima waktu yang dianjurkan dilaksanakan pada awal waktu, bagi mereka yang suka menunda-nunda waktu shalat karena bermalas-malasan termasuk orang yang melalaikan perintah shalat. Makna yang tekandung dalam perintah shalat adalah agar hidup kita sukses, harus disiplin,tepat waktu dan menghindari sifat malas. Yusuf Qardhawi dalam bukunya Al-Ibadatu Fil Islam beliau menjelaskan tentang beberapa hikmah ibadah shalat. Kenapa begitu kuat perintah shalat ini, sehingga dalam keadaan bagaimanapun harus dilaksanakan? Beliau mengatakan, pertama, shalat itu akan menumbuhkan kekuatan mental kita. Menumbuhkan daya tahan dan kepercayaan diri kita. Sehingga ketika mengahadapi berbagai masalah apapun kita bisa mengatasinya dengan baik. Orang yang baik shalatnya adalah orang yang yakin betul bahwa segala sesuatu Allah-lah yang menentukan. Manusia hanya bisa berusaha; dan manusia akan dikembalikan kepada Allah SWT Sebagaimana  Firmannya :
اَلَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُلقُوْارَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ.
Yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya (QS. 2:46).

Hikmah kedua dari ibadah shalat adalah akan menumbuhkan kekuatan Akhlak. Sebagai manusia dalam keseharian kita berinteraksi dengan orang lain kemudian ingin melakukan hal-hal yang tidak baik, dan merugikan orang lain, tapi kemudian datang waktu shalat dan orang itu melakukan shalat dengan tertib dan teratur, maka ia akan mengurungkan niatnya berbuat yang tidak baik dan kembali ke jalan yang lurus. Sehingga shalat yang dia lakukan menjadikan kontrol buat dirinya untuk selalu menjadi orang yang baik dalam hidup ini.
Dalam perintah mengerjakan shalat umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat dengan cara berjamaah (bersama-sama), hal ini menggambarkan agar kita selalu mengutamakan kebersamaan dalam melakukan segala sesuatu, karena segala sesuatu yang dilaksanakan secara bersama-sama akan menghasilkan yang lebih baik dan berkwalitas. Termasuk kalau kita ingin menghilangkan sikap malas kita juga membutuhkan orang lain untuk selalu mengingatkan kita agar tidak malas dalam melekukan sesuatu. Seorang suami yang bekerja pada pagi hari harus bisa bekerja sama dengan istrinya untuk membangunkannya lebih pagi dan menyiapkan segala keperluan sebelum berangkat ke tempat kerja. Seorang Artis yang sibuk dan banyak job yang harus ditangani butuh seorang manajer untuk mengatur semua kegiatan dan jadwal yang harus dilaksanakan setiap harinya. Seorang pengusaha besar membutuhkan sekertaris untuk mengatur kegiatan mana yang harus segera dilaksanakan setiap harinya sehingga proses produksi berjalan lancar dan kekecewaan pelanggan dapat segera diatasi.
Oleh sebab itu kalau kita ingin sukses dalam hidup ini hindari sifat malas dan menunda-nunda pekerjaan. Lakukanlah pekerjaan dengan semangat dan setiap pagi hari katakan dalam hati kecil kita bahwa hari ini adalah hari yang terbaik sehingga tidak ada alasan untuk bermalas-malasan.

7.4 Kurang menghargai orang lain dan tidak bisa memotivasi
Banyak diantara kita yang merasa bahwa diri kita yang paling benar, paling berhasil paling berpendidikan dan paling sukses, sehingga perasaan-perasaan itu membuat kita merasa sombong dengan kelebihan yang kita miliki. Dari sikap sombong ini timbul suatu sikap merendahkan orang lain, dan pada akhirnya tidak mau menghargai oring lain terlebih-lebih kalau orang yang kita temui tersebut secara status sosial lebih rendah dari kita. Kalau sikap seperti ini terus kita pelihara dan kita tidak berupaya merubahnya akan menjadi penyakit hati, dan pada akhirnya akan menghancurkan karir kita sendiri. Jika kita ingin memotivasi orang lain harus di mulai dengan memotivasi diri kita terlebih dahulu, jika kekuatan motivasi dalam diri kita sangat kuat akan mempengaruhi orang-orang di sekitar kita. Usahakan kita tetap tegar di hadapan mereka walaupun kita dalam keadaan banyak masalah

7.5 Merasa tidak mampu
Perasaan ini biasanya timbul karena pengalaman pahit seseorang yang pernah dialami sebelumnya. Mungkin mereka pernah gagal, defresi, atau pernah mengalami trauma dan sebagainya. Jika perasaan ini terus di pelihara dan kita tidak mencoba mengatasinya selamanya akan menjadikan diri kita lemah dan tidak berdaya. Secara psikologi rasa tidak mampu dapat di bangkitkan dengan mulai bertindak, atau melakukan sesuatu yang kita anggap kita tidak akan mampu melaluinya. Misalnya orang yang takut akan ketinggian akan hilang rasa takutnya itu apabila dia benar-benar merasakan ketinggian dengan berdiri diatas gedung bertingkat dan mulai merasakan betapa indahnya pemandangan yang dapat disaksikan lewat ketinggian tersebut. Jadi kalau kita ingin menghilangkan rasa takut dan merasa tidak mampu, kita harus melakukannya  walaupun akan gagal dan gagal lagi. kemampuan seseorang dapat dibangkitkan apabila dia mau merubahnya yang paling penting adanya kemauan dari dalam diri kita untuk berubah kearah yang lebih baik lagi.

PENUTUP
Semangat dalam hidup harus selalu ada dalam diri manusia yang hidup. Karena manusia adalah makhluk yang harus selalu bergerak. Setiap manusia yang ada di muka bumi ini agar bisa bertahan hidup harus berjuang. Hal ini sesuai dengan teori berjuang untuk hidup(Strunggle for existence) yang di kembangkan oleh ahli biologi muslim Al-jahid (781m-869m), “Hidup ini penuh dengan perjuangan dan untuk dapat bertahan hidup semua mahluk hidup harus berjuang jika kalah dalam memperjuangkan hidup mereka akan punah”.  Yang menjadi pertanyaan kita mengapa di antara kita Banyak orang yang gagal dan berujung depresi, karena kebanyakan mereka berhenti berjuang sebelum mencapai apa yang di cita-citakan akibat kurang sabar dan menurunya semangat.
 Banyak diantara kita yang mampu membangun semangat baik terhadap diri kita maupun orang lain, akan tetapi hanya sedikit orang yang mampu mempertahankan semangat itu agar terus langgeng sampai tua dan meninggal dunia. Rahasia dari keberhasilan beberapa orang sukses dari berbagai profesi,  salah satunya adalah karena mereka selalu mempertahankan semangatnya bahkan sampai tua dan meninggal dunia. Sesungguhnya kesuksesan seseorang  di tentukan oleh orang itu sendiri. Maukah dia menjadi orang yang sukses sesuai dengan keinginannya. Kesuksesan perlu di perjuangkan kita tidak akan menemui kesuksesan tanpa adanya usaha yang nyata, dan hanya menunggu mukjijat yang datang. Ada tujuh  cara mempertahankan semangat agar tetap bertahan sampai kita mencapai apa yang yang diimpikan. Tujuh resep tersebut adalah Berani Membangun Sebuah Impian, Tetap dalam rutinitas yang membesarkan anda, Membuat Inovasi Baru, Tegas dalam bertindak dan berani dalam Mengambil keputusan, Tidak Sombong Atas Keberhasilan, Selalu berdoa agar kebaikan selalu berpihak pada kita, dan  Hindari 5 hal yang dapat menurunkan semangat anda.
Dari uraian yang penulis ungkapkan diatas, tentunya kesemuanya itu sangat jauh dari kesempurnaan. Niat penulis hanya ingin berbagi pengalaman, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih menyenangkan, pandai bersyukur atas keberhasilan, tidak bangga dan menyombongkan diri dengan keberhasilan yang telah kita raih, selalu tawakal atas segala musibah yang menimpa diri kita, pandai menghargai orang lain tanpa memandang status dan  kedudukan, menjauhi prasangka buruk, selalu optimis dalam hidup ini dengan positif thinking, serta pandai memotivasi diri sendiri dan orang lain. Selamat mencoba dan menjadi pribadi yang di  Ridhoi Sang Kholik Amin.

DAFTAR PUSTAKA
Imaduddin, Abdulrahim, Muhammad, Kuliah Tauhid, Yayasan Pembina Sari Insan: Jakarta, 1990.
Alquran dan terjemahnya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Penafsir Alquran: Jakarta, 1971.
An-Nawawi, Imam, Zakaria, Abu, Yahya bin Syarf, Riadhus Shalihin, PT AlMaarif: Bandung, 1987.
Teguh, Mario, Becoming a Star, Syaamil Cipta Media; Jakarta, 2006.
Schwartz, D.J, Dr, Berpikir dan berjiwa besar, Gunung Jati: Jakarta, 1978.
Vincen, Peale, Norman, Berpikir Positif, Binarupa Aksara; Jakarta, 1990.
Hafidhuddin, Didin, KH, Tafsir Al-Hijri Kajian Tafsir Alqur’an Surat An-Nisa , PT. Logos Wahana Ilmu: Jakarta, 2000


[1] Dr. D.J. Schwartz, Berpikir dan Berjiwa Besar ( Jakarta : Gunung Jati 1978) P.6
[2] Andrie Wongso, http : //ndents2s.wordpress.com/2011/01/07/berani-mimpi-berani-sukses/
[3] Op.cit,  P. 172
[4] Op.cit,  P.7